Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RUPO Disetujui, Waskita Karya Rampungkan Restrukturisasi Utang
Sabtu, 5 September 2026 11:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk semakin mendekati penyelesaian proses restrukturisasi utangnya. Pemegang obligasi menyetujui seluruh usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019 dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).
Persetujuan tersebut diperoleh dalam RUPO yang digelar Kamis (3/9/2026). Salah satu poin yang disepakati adalah perpanjangan tenor obligasi. Dengan hasil tersebut, Waskita menilai peluang pembukaan kembali suspensi saham berkode WSKT semakin besar. Perseroan pun berkomitmen untuk terus memenuhi seluruh kewajiban sesuai ketentuan yang telah disepakati.
Direktur Keuangan Waskita Karya Wiwi Suprihatno mengatakan, perseroan akan melanjutkan penguatan struktur keuangan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik.
Sebelumnya, Waskita juga telah menjalankan Master Restructuring Agreement (MRA) yang disepakati bersama 21 bank.
“Perseroan akan terus melanjutkan penguatan struktur keuangan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan tata kelola yang baik,” ujar Wiwi dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Sejumlah langkah restrukturisasi mulai menunjukkan hasil. Sejak akhir 2023, Waskita berhasil menurunkan total utang sebesar 20,8 persen.
Total utang perseroan kini tercatat Rp66,5 triliun, turun dari sebelumnya sekitar Rp84 triliun.
Waskita juga berhasil menekan utang vendor yang telah melewati jatuh tempo secara signifikan. Jika pada 2022 nilainya mencapai Rp2,13 triliun, pada semester I 2026 jumlahnya tinggal Rp48 miliar.
Baca juga : WKI Perkuat Visi: Bangun Infrastruktur dan Energi Baru Terbarukan Berkelanjutan
Artinya, dalam kurun sekitar empat tahun, utang vendor past due berhasil ditekan hingga 97,1 persen.
Menurut Wiwi, capaian tersebut menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban kepada para mitra usaha.
“Kami akan terus konsisten memenuhi kewajiban yang tersisa. Langkah ini sebagai tanggung jawab sekaligus dukungan terhadap mitra yang sudah membantu kami untuk menyelesaikan beragam proyek infrastruktur,” katanya.
Selain kewajiban kepada vendor, Waskita juga telah menyelesaikan seluruh utang pajak yang telah melewati jatuh tempo.
Per 2024, perseroan tidak lagi memiliki kewajiban pajak past due. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap proses pemulihan yang tengah dijalankan perusahaan.
Perbaikan kondisi keuangan tersebut juga berjalan seiring dengan peningkatan kinerja operasional.
Pada semester I 2026, Waskita membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,92 triliun. Angka itu tumbuh 58,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp3,1 triliun.
Wiwi menjelaskan, peningkatan pendapatan terutama ditopang oleh produksi dari sejumlah proyek pemerintah, seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan jaringan irigasi Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca juga : Waskita Jadi BUMN Karya Pertama Berstandar SNAP
“Peningkatan pendapatan didorong oleh produksi dari proyek Sekolah Rakyat dan jaringan irigasi dari Kementerian PU. Pencapaian ini turut membuktikan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional,” jelasnya.
Di tengah proses pemulihan, Waskita masih mendapat kepercayaan untuk menggarap sejumlah proyek strategis.
Selain proyek Sekolah Rakyat dan jaringan irigasi, perseroan juga mengerjakan pembangunan bendungan, rumah sakit, LRT Jakarta Fase 1B, hingga Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Timor Leste.
Hingga Juni 2026, Nilai Kontrak Baru (NKB) yang diperoleh Waskita mencapai Rp5,1 triliun.
Perolehan kontrak tersebut didominasi proyek konektivitas sebesar 45,6 persen. Sementara proyek infrastruktur air menyumbang 21,7 persen dari total kontrak baru.
Dalam memilih proyek, Waskita kini menerapkan strategi yang lebih selektif sebagai bagian dari manajemen risiko perusahaan.
“Kami selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan, sebagai bagian dari manajemen risiko. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi, serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka,” tutur Wiwi.
Ke depan, Waskita akan fokus memulihkan kegiatan operasional inti dengan kembali memperkuat bisnis sebagai kontraktor murni.
Baca juga : Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
Perseroan juga terus menjalin komunikasi dengan Daya Anagata Nusantara (Danantara) selaku pengelola investasi negara.
Menurut Wiwi, keberadaan Danantara membuka perspektif baru bagi proses pemulihan dan pertumbuhan Waskita.
Salah satunya melalui optimalisasi aset jalan tol dan dukungan terhadap peta jalan konsolidasi BUMN Karya.
“Kehadiran Danantara memberikan perspektif baru bagi pemulihan dan pertumbuhan Waskita. Di antaranya optimalisasi aset tol serta mendukung peta jalan konsolidasi BUMN Konstruksi,” katanya.
Wiwi optimistis berbagai langkah strategis yang dijalankan dapat memperkuat kinerja berkelanjutan dan meningkatkan daya saing Waskita.
Dengan restrukturisasi utang yang terus berjalan, perbaikan kinerja operasional, serta strategi bisnis yang lebih selektif, Waskita berharap dapat kembali memperkuat perannya dalam pembangunan infrastruktur dan perekonomian nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya