Dark/Light Mode

BUMN-BUMD Didorong Perkuat Tata Kelola dan Brand Equity

Senin, 7 September 2026 15:02 WIB
Foto: The Iconomics.
Foto: The Iconomics.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan milik negara dan daerah memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menjalankan fungsi pelayanan dan pembangunan.

Karena itu, penguatan tata kelola dan mitigasi tindak pidana korupsi menjadi penting agar BUMN dan BUMD mampu tumbuh sehat serta memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Pandangan tersebut menjadi salah satu fokus BUMN & BUMD Brand Equity Forum 2026 dan Awards 2026 yang digelar The Iconomics pada 16 September 2026.

Memasuki tahun kedelapan, forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BUMN, BUMD, regulator, hingga aparat penegak hukum.

Dalam forum kali ini, The Iconomics mengusung tema “Mitigasi Tindak Pidana Korupsi di BUMN dan BUMD”.

Baca juga : Adhi Karya Pangkas Anak Usaha, Dony Oskaria: Jangan Ada yang Baru

The Iconomics memandang BUMN dan BUMD tidak hanya berperan sebagai agent of development atau agen pembangunan, tetapi juga memiliki misi ganda, yakni menjalankan fungsi kesejahteraan sosial sekaligus membangun bisnis yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Untuk memberikan dampak yang lebih besar, perusahaan pelat merah dinilai harus memiliki kondisi yang sehat secara menyeluruh, baik dari sisi keuangan maupun tata kelola.

Forum tersebut akan mengupas isu mitigasi tindak pidana korupsi dari berbagai perspektif dengan menghadirkan pembicara dari beragam latar belakang kelembagaan.

Di antaranya berasal dari Kementerian BUMN, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Isu korupsi dinilai masih menjadi tantangan yang kerap menghantui perusahaan pelat merah.

Baca juga : Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Warga Nagari Kumango SumbarĀ 

Tidak jarang, kondisi tersebut juga membuat pimpinan BUMN dan BUMD merasa waswas dalam mengambil keputusan maupun menetapkan kebijakan karena khawatir terseret dalam perkara tindak pidana korupsi.

Oleh karena itu, forum ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pemahaman dan mitigasi risiko, sehingga perusahaan serta pimpinan BUMN dan BUMD dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara lebih optimal sekaligus terhindar dari praktik korupsi.

Menjelang pelaksanaan BUMN & BUMD Brand Equity Forum 2026 dan Awards 2026, Founder & CEO The Iconomics Bram S. Putro menegaskan bahwa forum tersebut penting bagi para pimpinan BUMN dan BUMD.

Menurut Bram, forum ini diselenggarakan untuk memberikan dampak positif bagi entitas yang memiliki peran besar terhadap perekonomian Indonesia, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam memerangi tindak pidana korupsi.

Selain forum, The Iconomics juga memberikan penghargaan kepada BUMN, BUMD, dan para pemimpinnya sebagai bentuk dukungan sekaligus motivasi agar perusahaan pelat merah terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga : Komisi VI DPR RI Dorong Pelatihan Kopdes Sasar Gen Z

Bram mengatakan, sejumlah aspek akan menjadi perhatian dalam penghargaan tersebut, di antaranya brand popularity, commercial reputation, people reputation, dan social reputation.

Penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong BUMN dan BUMD untuk terus meningkatkan kinerja, reputasi, serta nilai merek, sejalan dengan peran strategis perusahaan milik negara dan daerah dalam perekonomian nasional maupun daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.