Dark/Light Mode

UGM: PLTP Ungaran Berpotensi Perkuat Listrik dan Ekonomi Jateng

Rabu, 16 September 2026 11:31 WIB
Proyek pembangunan dan pengoperasian energi baru terbarukan di 15 Provinsi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen, di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025). Peresmian pembangunan dan operasi energi terbarukan di 15 provinsi dan peningkatan produksi minyak 30 ribu barel Blok Cepu sebagai upaya swasembada energi bagi masa depan bangsa. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Proyek pembangunan dan pengoperasian energi baru terbarukan di 15 Provinsi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen, di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025). Peresmian pembangunan dan operasi energi terbarukan di 15 provinsi dan peningkatan produksi minyak 30 ribu barel Blok Cepu sebagai upaya swasembada energi bagi masa depan bangsa. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran dinilai berpotensi memperkuat pasokan listrik Jawa Tengah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah proyek.

Selain menghasilkan listrik dari sumber energi bersih secara stabil, pembangkit tersebut juga dapat mendukung kegiatan produktif dan pengembangan energi terbarukan.

Kepala Geothermal Research Center (GRC) sekaligus dosen panas bumi Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Pri Utami mengatakan, kemampuan menghasilkan listrik secara stabil menjadi salah satu keunggulan energi panas bumi.

“PLTP menghasilkan listrik stabil untuk memenuhi beban dasar dari energi bersih,” ujar Pri.

Menurut Pri, karakter tersebut membuat PLTP dapat mendukung sistem kelistrikan yang semakin banyak menggunakan energi terbarukan.

Tambahan kapasitas sebesar 55 Megawatt (MW) dari PLTP Gunung Ungaran, kata Pri, dapat meningkatkan pasokan listrik bagi masyarakat Jawa Tengah.

Baca juga : Transportasi Publik Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

Listrik tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif, termasuk pengisian baterai kendaraan listrik.

“PLTP Gunung Ungaran direncanakan beroperasi dengan kapasitas 55 MW akan mampu menambah suplai listrik bagi ribuan rumah tangga yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif guna meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Dari sisi sistem kelistrikan, Pri menilai lokasi Gunung Ungaran di wilayah Semarang-Kendal cukup strategis. Kehadiran pembangkit baru di kawasan tersebut berpotensi memperkuat jaringan listrik Jawa Tengah dan mengurangi kebutuhan pasokan dari luar wilayah.

Menurut Pri, pengembangan panas bumi juga dapat memperkuat keragaman sumber energi terbarukan.

Pemanfaatannya berpotensi mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil sekaligus mendukung upaya menurunkan emisi gas rumah kaca.

Listrik yang dihasilkan dari sumber energi bersih tersebut juga dapat mendukung dekarbonisasi sektor transportasi.

Baca juga : Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah

Pri mengatakan, listrik dari PLTP dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pengisian baterai kendaraan listrik.

“Selain manfaat di sektor energi, pengembangan PLTP Gunung Ungaran berpotensi membuka lapangan kerja dan menggerakkan kegiatan ekonomi di sekitar wilayah proyek,” ujarnya.

Kebutuhan tenaga kerja dapat muncul pada berbagai tahap pengembangan, mulai dari pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus hingga kegiatan pendukung.

Aktivitas proyek juga berpotensi memberikan peluang bagi usaha di sektor boga, akomodasi, dan transportasi.

Pri mengatakan, program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) juga dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat.

Program tersebut dapat diarahkan untuk mendukung sektor ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran juga berpotensi menjadi ruang bagi kegiatan pendidikan dan penelitian.

Baca juga : Jateng Raih Gelar Juara Umum Di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026

Menurut Pri, karakter setiap wilayah panas bumi yang berbeda dapat menjadi objek pembelajaran bagi berbagai bidang ilmu.

“PLTP menjadi lokasi riset lapangan bidang-bidang ilmu kebumian dan lingkungan, rekayasa, sosial-humaniora, dan ekonomi,” tutur Pri.

Data dari eksplorasi dan operasi pembangkit serta penelitian di kawasan tersebut juga dapat menghasilkan karya ilmiah mengenai panas bumi.

Pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran dan dikembangkan menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat.

Dengan berbagai potensi tersebut, Pri menilai pengembangan PLTP Gunung Ungaran tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas listrik.

Proyek tersebut juga berpotensi memperkuat pasokan listrik Jawa Tengah, menyediakan energi bersih yang stabil, membuka peluang ekonomi, dan mendukung pemanfaatan energi terbarukan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.