Dark/Light Mode

APINDO Dorong Jateng Jadi Hub Investasi Asia Dan Pusat Manufaktur

Jumat, 19 Juni 2026 13:45 WIB
Jajaran APINDO dipimpin Bob Azam bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kamis (18/6/2026). (Foto: dok APINDO)
Jajaran APINDO dipimpin Bob Azam bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kamis (18/6/2026). (Foto: dok APINDO)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mempercepat pengembangan infrastruktur logistik dan kawasan industri agar provinsi tersebut mampu menjadi hub investasi, manufaktur, logistik, dan rantai pasok berkelas dunia.

Dorongan tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran APINDO dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (18/6/2026).

Audiensi dihadiri antara lain Dewan Pakar APINDO Anton J. Supit, Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam, Ketua DPP APINDO Jawa Tengah Helmi Tas’an Wartono, serta Direktur Riset dan Komunikasi APINDO Denis Dimas Permana.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam mengatakan, Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi wilayah paling kompetitif dalam menarik investasi baru di Indonesia.

Menurut dia, sejumlah indikator menunjukkan daya saing Jawa Tengah terus meningkat, didukung pertumbuhan ekonomi di sejumlah kawasan industri serta efisiensi investasi yang dinilai lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.

Baca juga : Borong 3 Gol, Messi Jinakkan Rubah Gurun

“Kami melihat Jawa Tengah memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi pusat investasi baru. Namun, percepatan pembangunan infrastruktur logistik, penguatan pelabuhan, pengembangan dry port di Batang dan Kendal, serta integrasi kawasan industri dengan rantai pasok nasional dan global menjadi prioritas yang perlu segera diwujudkan,” ujar Bob.

APINDO menilai Jawa Tengah memiliki modal strategis untuk menangkap gelombang relokasi industri global, terutama di tengah penerapan strategi China+1 oleh perusahaan-perusahaan internasional dan meningkatnya biaya produksi di sejumlah negara tujuan investasi.

Selain letak geografis yang berada di jantung Pulau Jawa, Jawa Tengah juga dinilai memiliki tenaga kerja yang kompetitif, kawasan industri yang terus berkembang, iklim investasi yang kondusif, serta dukungan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik dukungan APINDO terhadap upaya memperkuat daya saing investasi daerah.

Ia menegaskan, pemerintah provinsi berkomitmen menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan kekuatan industri di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (kiri) dan Ketua APINDO bidang Ketenagakerjaan Bob Azam. (Foto: APINDO)

Baca juga : Agus Fatoni Dorong Creative Financing Jadi Semangat Baru Penguatan Fiskal Daerah

Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kondisi sosial yang aman dan kondusif, biaya tenaga kerja yang kompetitif, hingga dukungan pendidikan vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang semakin terhubung dengan kebutuhan industri.

“Pemerintah daerah berkomitmen mengawal regulasi, pembangunan infrastruktur, dan kemudahan berusaha agar investasi terus tumbuh di Jawa Tengah,” katanya.

Ia juga menyampaikan revitalisasi pelabuhan telah diajukan kepada pemerintah pusat, sementara pengembangan Dry Port Batang telah memperoleh persetujuan sebagai bagian dari penguatan ekosistem investasi di provinsi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pakar APINDO Anton J. Supit mengatakan percepatan investasi juga perlu didukung dengan perluasan akses pasar global, salah satunya melalui penyelesaian dan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Menurut Anton, implementasi perjanjian tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi sekaligus basis ekspor.

Baca juga : Menkop: Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Perkoperasian

Ia juga mengusulkan pembentukan tim kecil yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bappenas, dan APINDO untuk mengawal agenda strategis yang memerlukan dukungan pemerintah pusat, terutama terkait pengembangan pelabuhan, logistik, konektivitas kawasan industri, serta percepatan investasi prioritas.

APINDO menilai, dengan dukungan kebijakan yang konsisten, perbaikan sistem logistik yang terintegrasi, penguatan rantai pasok industri, dan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha, Jawa Tengah berpeluang menjadi proyek percontohan nasional dalam percepatan investasi manufaktur sekaligus salah satu pusat investasi paling kompetitif di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.