Dark/Light Mode

APM-SU Dorong Investasi untuk Perkuat Ekonomi dan PAD Dairi

Kamis, 17 September 2026 21:20 WIB
Foto: APM-SU.
Foto: APM-SU.

RM.id  Rakyat Merdeka - Potensi investasi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dinilai perlu dioptimalkan untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pertambangan, yang dinilai dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian jika dikelola dengan prinsip tata kelola yang baik.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Diskusi Publik bertema “Pentingnya Investasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi serta Peningkatan PAD Kabupaten Dairi” yang digelar Aliansi Pemuda Millenial Sumatera Utara (APM-SU) di Aula Badan Penghubung Pemerintah Sumatera Utara, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Diskusi tersebut menghadirkan empat narasumber, yakni Wasekjen Lingkungan Hidup PB HMI Halim Wijaya, Ketua Umum APM-SU sekaligus aktivis mahasiswa Dairi Arifatullah Manik, Ketua DPP GMNI Surya Nasution, dan Ketua Umum PB IMSU Lingga Nasution.

Arifatullah mengatakan, investasi harus ditempatkan sebagai instrumen penting untuk membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, dan memperkuat PAD.

“Dairi tidak boleh hanya menjadi daerah yang memiliki potensi, tetapi harus mampu mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Investasi harus kita dorong dengan tetap mengutamakan kepastian hukum, transparansi, perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat,” ujar Arifatullah.

Menurut dia, salah satu potensi investasi yang perlu dibahas secara objektif adalah sektor pertambangan.

Baca juga : Lady Mayor of London Kunjungi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Jasa Keuangan

Kabupaten Dairi memiliki potensi mineral yang apabila dikelola berdasarkan prinsip good mining practices, dapat menciptakan efek berganda terhadap perekonomian.

Efek tersebut antara lain berupa penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan UMKM dan jasa lokal, hingga peningkatan penerimaan daerah.

Data perencanaan pembangunan Kabupaten Dairi menunjukkan kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih relatif kecil, sekitar 0,07 persen pada 2023.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya ruang untuk meningkatkan nilai tambah sektor tersebut secara terukur.

Halim Wijaya menekankan, investasi pertambangan tidak boleh hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga harus disertai komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Investasi dan lingkungan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Yang harus kita dorong adalah investasi yang taat aturan, memiliki standar lingkungan yang ketat, transparan dan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Pertambangan harus meninggalkan warisan ekonomi yang baik, bukan persoalan lingkungan,” kata Halim.

Sementara itu, Surya Nasution menilai pemerintah daerah perlu memiliki strategi investasi yang jelas agar investor tidak hanya datang mengambil sumber daya, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi lokal.

Baca juga : Jangan Biarkan UMKM Dan Pemasok Lokal Jadi Penonton

“Pemerintah harus mampu memastikan investasi memberikan multiplier effect. Masyarakat lokal harus mendapatkan kesempatan kerja, pelaku UMKM harus masuk dalam rantai pasok, dan anak-anak muda Dairi harus dipersiapkan agar menjadi bagian dari tenaga kerja maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Senada dengan itu, Lingga Nasution mendorong agar investasi di Kabupaten Dairi dibangun melalui keterbukaan dan komunikasi antara pemerintah, investor, masyarakat, serta kelompok pemuda.

“Investasi membutuhkan kepercayaan. Karena itu pemerintah harus terbuka mengenai manfaat, risiko, kontribusi dan pengawasan terhadap setiap investasi. Masyarakat juga harus mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi sehingga investasi dapat berjalan dengan dukungan publik,” ungkapnya.

APM-SU juga menilai, potensi pertambangan Dairi, khususnya investasi PT Dairi Prima Mineral (PT DPM), perlu ditempatkan dalam ruang diskusi publik yang objektif.

Pemerintah Kabupaten Dairi sebelumnya menyampaikan bahwa PT DPM telah memperoleh persetujuan AMDAL.

Perusahaan juga menyatakan komitmen untuk berinvestasi di Dairi dengan memperhatikan perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan.

Arifatullah menegaskan, dukungan terhadap investasi bukan berarti memberikan cek kosong kepada investor.

Baca juga : Airlangga Ajak Pengusaha Gercep Garap Pasar Kanada

“Kami mendukung investasi yang memberikan manfaat bagi Dairi, termasuk investasi pertambangan. Tetapi dukungan tersebut harus disertai pengawasan. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Kita ingin ada tenaga kerja lokal, UMKM lokal, peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur dan kontribusi ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

APM-SU berharap Pemerintah Kabupaten Dairi semakin aktif membangun iklim investasi yang sehat, cepat, transparan, dan berkeadilan.

Setiap investasi juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan PAD.

Dengan pertumbuhan ekonomi Dairi yang tercatat 4,97 persen pada 2024, APM-SU menilai penguatan investasi lintas sektor, termasuk pertanian, pariwisata, industri pengolahan, dan pertambangan, dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dairi punya sumber daya alam, sumber daya manusia dan potensi ekonomi. Sekarang yang dibutuhkan adalah keberanian mengelola investasi secara profesional agar slogan Dairi Naik Kelas benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Arifatullah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.