Dark/Light Mode

Asaki Usul DMO Gas Untuk Perkuat Pasokan Industri

Senin, 21 September 2026 14:04 WIB
Asaki Usul DMO Gas Untuk Perkuat Pasokan Industri

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mendorong pemerintah memastikan ketersediaan energi yang kompetitif guna menjaga efisiensi biaya produksi dan daya saing industri keramik nasional.

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto mengatakan, energi, khususnya gas, menjadi salah satu komponen utama dalam proses produksi keramik. Gas digunakan antara lain untuk spray dryer dan tungku pembakaran (kiln).

Menurut dia, struktur biaya energi memiliki pengaruh besar terhadap daya saing industri keramik, terutama di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Edy menyebut harga rata-rata gas yang ditanggung industri keramik pada September 2026 berada di kisaran 12 dolar AS per MMBTU, dibandingkan harga sebelumnya sekitar 8–8,5 dolar AS per MMBTU.

Baca juga : RI Adopsi Inovasi Manufaktur Toyota

Perubahan harga tersebut membuat porsi biaya gas terhadap total biaya produksi meningkat dari sekitar 35 persen menjadi lebih dari 45 persen, bahkan mendekati 48 persen.

Edy menambahkan, sejumlah industri di Jawa Timur juga menghadapi rencana penyesuaian pasokan energi secara bertahap pada akhir September hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut dikhawatirkan turut memberikan tekanan terhadap keberlangsungan produksi dan tenaga kerja di sektor industri keramik.

“Kami berharap pelaku industri bisa duduk bersama dan ada solusi dari permasalahan supply energi tersebut. Tidak hanya dari sisi availability, tetapi juga affordability, supaya kita bisa berdaya saing, bertumbuh, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” ujar Edy.

Menurut Edy, kebijakan energi yang kompetitif diperlukan agar industri manufaktur dapat menjaga struktur biaya sekaligus meningkatkan produktivitas. Kepastian biaya energi juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan pelaku usaha dalam menyusun rencana investasi dan ekspansi.

Baca juga : Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global

ASAKI turut mendorong penerapan Domestic Market Obligation (DMO) gas bumi sebagai salah satu opsi untuk memberikan kepastian pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri.

Selain itu, ASAKI membuka opsi pemenuhan kebutuhan melalui impor apabila diperlukan, sehingga industri memiliki alternatif dalam memperoleh energi dengan harga yang kompetitif.

“Bagi kami, yang penting adalah bagaimana industri bisa berproduksi dengan tenang dan lancar,” katanya.

Edy menilai industri manufaktur perlu mendapat perhatian dalam kebijakan energi karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi, investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan industri nasional.

Baca juga : RAI Perkuat Hilirisasi, Kapasitas Pengolahan Tembus 2 Juta Kelapa Per Hari

“Jangan dilupakan bahwa industri manufaktur adalah engine of growth. Ini adalah mesin pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.