Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Menpora: Bonus Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026
- Eugenia Diva Persembahkan Perunggu Buat Indonesia
- Praperadilan, Silmy Karim Minta Penyitaan dan Status Tersangka Dicabut
- Beredar Hoax Bantuan Rp300 Juta, Ini Klarifikasi Pemprov Papua
- Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026
Pengawasan Dapur MBG Diperketat, Masyarakat Bisa Pantau Menu & Sampaikan Aduan
Senin, 21 September 2026 20:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat. Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sekaligus memperkuat pengawasan langsung di tingkat dapur dan membuka akses pemantauan bagi masyarakat.
Langkah tersebut menunjukkan keamanan pangan menjadi salah satu persyaratan utama dalam pelaksanaan dan perluasan Program MBG.
Pada 16 September 2026, BGN menangguhkan sementara operasional 1.276 SPPG yang belum memenuhi persyaratan SLHS.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 821 SPPG masih dalam proses pendaftaran, 447 telah mendaftar tetapi belum memenuhi syarat dan kelayakan, sedangkan delapan SPPG belum terkonfirmasi statusnya.
BGN juga mengusulkan penutupan permanen terhadap 654 dapur yang masuk kategori kritis apabila tidak memenuhi ketentuan dalam waktu tujuh hari.
Kebijakan ini menegaskan dapur yang belum memenuhi standar tidak dibiarkan beroperasi tanpa koreksi. Dua hari kemudian, BGN mengumumkan perubahan sistem pengawasan di tingkat dapur.
Kepala SPPG diwajibkan berada di lokasi selama proses memasak berlangsung. Kepala BGN Sudaryono menegaskan, keamanan makanan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program.
“MBG ini tidak hanya sekadar menyediakan makan dalam satu ompreng, tapi makanan itu harus aman,” ujarnya.
Penguatan pengawasan tersebut sejalan dengan praktik yang dijalankan SPPG Kota Malang Sukun Kebonsari 1 dan Sukun Kebonsari 3.
Baca juga : Good News: Susu Hewani Masuk Menu MBG, Ini 8 Poin Aturannya
Pengawasan dilakukan sejak bahan baku diterima, disimpan, dan disiapkan hingga proses memasak, pemorsian, pengemasan, distribusi, dan makanan diterima di sekolah.
Kepala SPPG Sukun Kebonsari 3, Dita Prismanti, S.H., mengatakan setiap tahapan mengikuti petunjuk teknis BGN dan dilengkapi kontrol mutu.
Sebelum makanan meninggalkan dapur, ahli gizi memastikan kelayakan menu, suhu, kemasan, serta kebersihan proses pengantaran. Pemeriksaan kembali dilakukan saat makanan tiba di sekolah.
“Sebelum dikonsumsi siswa, makanan dipastikan aman dan layak melalui uji organoleptik oleh PIC sekolah, guru, atau kepala sekolah,” kata Dita.
Pemeriksaan tersebut menilai kondisi makanan menggunakan indera, antara lain dari tampilan, aroma, rasa, dan tekstur, sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.
Batas waktu konsumsi juga menjadi bagian dari pengamanan. Makanan diarahkan untuk dikonsumsi paling lambat empat jam setelah selesai dimasak dan tidak dibawa pulang.
Ketentuan tersebut bertujuan mencegah penurunan keamanan pangan akibat makanan disimpan terlalu lama di luar kendali SPPG dan sekolah.
Di SPPG Sukun Kebonsari 1, pengawasan operasional dibagi menjadi lima bagian, yakni persiapan, pengolahan, pemorsian, distribusi, dan pencucian wadah makan.
Setiap bagian memiliki penanggung jawab. Sebelum kegiatan dimulai, tim melakukan pengarahan dan meninjau catatan produksi hari sebelumnya agar temuan yang sama tidak kembali terjadi.
Baca juga : BGN Hitung Ulang Anggaran MBG, Guru Besar IPB Tawarkan Menu Lokal Rp 7.000
Kepala SPPG Sukun Kebonsari 1, Rika Rahmawati, S.Pd., mengatakan pengawasan menjadi dasar perbaikan layanan.
“Akuntabilitas bukan hanya komitmen, tetapi harus dijalankan. Dari pengawasan itu kami mendapat evaluasi untuk perbaikan,” ujarnya.
Selain pengawasan internal, masyarakat juga dapat memantau layanan melalui Radar MBG. Portal tersebut membantu orang tua mencari SPPG yang melayani sekolah anak berdasarkan provinsi, kota, kecamatan, kelurahan, hingga nama sekolah.
Informasi yang ditampilkan mencakup identitas SPPG, foto menu harian, kandungan gizi, batas waktu konsumsi, serta pengingat agar makanan tidak dibawa pulang.
Masyarakat juga dapat menyampaikan kritik, saran, dan pengalaman melalui saluran pengaduan yang terhubung dari portal tersebut.
Di tingkat lokal, SPPG membuka komunikasi melalui PIC sekolah dan akun media sosial. Menurut Rika, masukan dari orang tua, siswa, guru, dan kader menjadi bahan evaluasi menu maupun pelayanan.
Keterbukaan juga diterapkan dalam penanganan kebutuhan khusus. Orang tua dapat mengisi formulir alergi melalui sekolah dan, bila diperlukan, melengkapinya dengan keterangan dokter.
SPPG kemudian memberikan label pada porsi khusus dan mengganti bahan pemicu alergi dengan sumber karbohidrat atau protein lain yang sesuai.
Nasi, ayam, ikan, telur, susu, atau buah dapat disubstitusi berdasarkan kebutuhan penerima manfaat dan perhitungan ahli gizi. Evaluasi menu dilakukan secara berkala.
Baca juga : 72 Aduan Travel Umrah Bermasalah, Kemenhaj Bergerak Cepat
SPPG Sukun Kebonsari 3 menghimpun penilaian mingguan dari sekolah, sedangkan SPPG Sukun Kebonsari 1 menggelar bedah menu yang melibatkan ahli gizi, koki, staf administrasi, asisten lapangan, dan koordinator divisi.
Pilihan menu mempertimbangkan angka kecukupan gizi, ketersediaan bahan, kemampuan produksi, serta tingkat penerimaan siswa.
Rangkaian pengawasan tersebut memperlihatkan pembenahan MBG berlangsung melalui dua jalur. Di tingkat pusat, BGN menghentikan sementara atau mengusulkan penutupan dapur yang tidak memenuhi standar.
Di tingkat layanan, Kepala SPPG memimpin pengawasan produksi, sekolah memeriksa makanan sebelum dibagikan, sementara masyarakat memperoleh akses untuk memantau dan menyampaikan pengaduan.
Pengawasan berlapis tidak menghilangkan seluruh risiko dalam penyediaan makanan bagi ribuan penerima setiap hari.
Namun, penegakan persyaratan sanitasi, kehadiran pimpinan saat produksi, pencatatan setiap tahapan, serta keterlibatan masyarakat memberikan jalur yang lebih jelas untuk menemukan masalah dan melakukan perbaikan sebelum berdampak lebih luas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya