Dark/Light Mode

Senyum Sumringah Ahmed, Tumbuh Tinggi Lewat Seteguk Susu

Minggu, 15 Maret 2026 21:30 WIB
Siswa SMP Negeri 116 Jakarta, Ahmed Jalil Alfatih (12 tahun) mengaku senang menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto : Nana Maulana/RM.id)
Siswa SMP Negeri 116 Jakarta, Ahmed Jalil Alfatih (12 tahun) mengaku senang menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto : Nana Maulana/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program makan bergizi gratis (MBG) menjadi angin segar bagi pelajar dan orang tua. Pasalnya, program ini memberikan santapan jasmani yang sarat akan gizi secara konsisten.

Rasa syukur pun diutarakan oleh penerimanya. Ahmed Jalil Alfatih (12 tahun) sangat bersyukur, karena sekolahnya sudah menerima MBG sejak pertengahan tahun 2025.

Siswa kelas VII SMP 116 Jakarta ini selalu senang ketika menerima makanan atau minuman dari program MBG ini.

Berbagai lauk selalu disajikan. Tak hanya lauk, susu pun menjadi primadona bagi siswa. Sebab, sebelumnya tak semua siswa bisa mengonsumsi susu setiap hari.

Dengan wajah sumringah, Ahmed antusias saat bercerita tentang MBG. Menu favoritnya adalah ayam bakar dan burger. Dia berharap, nanti menunya bisa burger lagi.

"Karena baru sekali makan burger selama hidup," ungkap Ahmed, saat ditemui Rakyat Merdeka/RM.id di kediamannya di Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026).

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini juga gemar mengonsumsi susu putih. Ketika di program MBG ada susu putih, dia selalu menghabiskan.

Dia mengaku, susu putih yang diterima berkontribusi menaikkan berat badan dan meninggikan badannya.

"Sekarang sudah naik beberapa kilo. Saya lupa pasnya. Kemarin ditimbang pas di sekolah, berat dan tingginya naik," ujarnya penuh senyum.

Baca juga : Audi Marissa, Suami Ogah Bahas Rumah Tangga

Tak sekadar dikonsumsi sendiri, susu dari program MBG ini juga kerap di bawa pulang. Misalnya saat mendekati Ramadan, Dapur MBG memberikan susu dengan ukuran besar. Sehingga Ahmed membawanya pulang ke rumah.

"Alhamdulillah bisa diminum bareng mama dan kaka yang kedua. Dulu sih sering dibeliin sama Kaka yang sudah nikah, kalau sekarang cukup dari MBG saja," lanjutnya.

Ahmed yang mengikuti eskul renang ini pun bersyukur karena susu yang dikonsumsinya selalu rasa plain. Sebab, dia mengaku lebih senang jika susu rasa plain dibandingkan rasa lain.

Dia pun berharap, agar volume susunya bisa ditambah dengan ukuran lebih besar. Ahmed hidup dirumah yang sangat sederhana.

Di rumah ukuran 15 meter persegi, Ahmed tinggal bersama sang ibu dan kaka keduanya.

Ahmed merupakan Anak yatim dan ibunya merupakan buruh jahit di salah satu konveksi di daerah Pademangan, Jakarta Utara. Setiap hari, saat berangkat sekolah, Ahmed selalu di antar sang Kaka.

Sementara saat pulang, Ahmed selalu berjalan kaki. Jarak sekolah ke rumah sekitar 3,5 kilometer. Semenjak ada MBG, Ahmed mengaku bisa menghemat uang jajan.

Dari Rp10 ribu yang diterima dari sang Ibu, sekarang dia bisa menabung Rp5000 setiap harinya.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, jika susu diberikan setiap hari, maka industri nasional saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan susu bagi program MBG.

Baca juga : Momentum Sumpah Pemuda, Pemerintah Perkuat Gizi Lewat Program MBG

Dia menambahkan, industri yang beroperasi saat ini masih fokus memenuhi kebutuhan pasar yang sudah ada.

"Saya dengar, pemberian susu bagi anak-anak tidak setiap hari. Masih diselang. Ada yang dua hari, ada juga yang tiga hari seminggu. Walau begitu, kelangkaan susu tetap terasa di pasaran," ungkap Saleh Daulay kepada RM.id, akhir bulan Februari lalu.

Dia menjelaskan, laporan mengenai industri susu ini langsung didapat saat berkunjung ke pabrik salah satu merek nasional.

Dari informasi yang dia peroleh, ada banyak keterbatasan, termasuk bahan baku susu yang masih 80 persen impor.

"Kalau dihitung hasil produksi, semuanya tidak cukup memenuhi kebutuhan MBG. Pasalnya, kapasitas mesin, SDM, bahan baku, dan seluruh sistem produksi dan distribusi masih sangat terbatas.

Karena itu, merek susu tersebut membutuhkan perusahaan lain," ungkap dia.

Berdasarkan hal itu, lanjut dia, dibutuhkan investasi baru yang cukup besar. Pemerintah diharapkan dapat mengundang investor dari dalam dan luar negeri.

"Kalau industri dapat bertambah, maka tentu membutuhkan tenaga kerja baru. Tidak hanya di hulu, tetapi di seluruh rantai distribusi hingga sampai ke tangan konsumen. Pada titik inilah akan ada dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat," ujarnya. 

Sementara itu, salah satu pelaku industri disektor produsen kemasan aseptik, PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak Indonesia), turut mendukung program Pemerintah, dalam hal ini MBG dalam memenuhi kebutuhan kemasan susu.

Baca juga : Sleeping Prince Pangeran Al Waleed Meninggal Dunia Setelah 20 Tahun Koma

Direktur Utama LamiPak Indonesia Hongbiao, Li menjelaskan, LamiPak yang sudah beroperasi sejak tahun 2024 ini memiliki kapasitas yang cukup besar. Yakni 21 miliar kemasan per tahun.

 

Direktur Utama PT Lamipack Indonesia Hongbiao Li. (Foto: Nana Maulana/RM.id)

 

"Kapasitas kami tiga kali lebih besar dari kebutuhan konsumsi susu dalam negeri. Untuk konsumsi dalam negeri itu sekitar 8 miliar per tahun," jelasnya pada Januari pada konferensi pers, di Pabrik LamiPak Indonesia, Cikande, Serang, Banten, Selasa (20/1/2026).

Menurut Hongbiao, Li, program MBG dengan memberikan menu bergizi dan asupan susu, sangat baik programnya. Dia menyebut, program semacam ini sudah dilakukan oleh beberapa negara maju.

"(Dampaknya), Index quality human-nya cukup tinggi. Memang Indonesia baru memulai, tapi tidak ada kata telat dan saya pikir ini program yang sangat baik dan sejalan dengan visi misi LamiPak," ujarnya.

Public Relations Manager LamiPak Indonesia Ahmad Rizalmi menegaskan, pihaknya sangat mendukung program MBG. Khususnya dalam menyediakan kemasan susu sebagai kebutuhan dari salah satu menu MBG.

"Kami siap mendukung program ini karena tantangannya besar jumlahnya banyak. Kalau tidak salah, sekitar 60 juta kemasan susu per tahun. Apalagi kalau sudah ditingkatkan, maka diperkirakan jumlahnya akan lebih dari itu," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.