Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Menaker: Link & Match Industri Hingga Kampus Cetak Tenaga Kerja Kompeten
Kamis, 8 Oktober 2026 17:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Panasonic Gobel Indonesia, APITU Indonesia, dan Universitas Darma Persada (UNSADA) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Tripartit dalam rangkaian Seminar Nasional HVAC-R 2026 di Auditorium Kampus UNSADA, Jakarta Timur, Kamis (8/10/2026).
Acara yang didukung Kementerian Ketenagakerjaan ini juga ditandai dengan peresmian Training Center Panasonic serta keynote speech dari Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Mengusung tema "Membangun Masa Depan Smart & Green Building: Sinergi Industri, Akademisi, dan Profesional dalam Membangun SDM Kompeten dan Berdaya Saing"*, kegiatan ini lahir dari kebutuhan peningkatan kualitas dan kompetensi SDM teknik seiring pesatnya perkembangan teknologi Heating, Ventilation, Air Conditioning, and Refrigeration (HVAC-R).
Melalui MoU ini, ketiga pihak sepakat membangun ekosistem kolaborasi link and match yang mencakup upskilling, riset, magang industri, sertifikasi profesi, hingga penyerapan tenaga kerja teknik.
UNSADA berperan menyiapkan sarjana teknik yang adaptif dan siap pakai, APITU Indonesia sebagai asosiasi praktisi pendingin dan tata udara mendorong standar kompetensi kerja, sementara Panasonic Gobel Indonesia menghadirkan transfer teknologi dari industri.
*Menaker: Kolaborasi Jawab Kesenjangan Kompetensi
Baca juga : PTPN I Jembatani Kampus dan Industri, Buka Magang untuk Talenta Muda
Yassierli menyambut baik sinergi tersebut. "Kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan lulusan hanya bisa dijembatani lewat kolaborasi nyata. Kemitraan tripartit seperti ini adalah contoh konkret link and match, di mana industri, asosiasi profesi, dan kampus bergerak bersama mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing," ujar Yassierli.
Ia menambahkan, sektor tata udara dan pendingin memiliki peluang kerja yang besar.
"Kebutuhan teknisi HVAC-R akan terus tumbuh, mulai dari gedung pintar dan ramah lingkungan hingga rantai dingin untuk pangan dan logistik. Ini peluang yang harus kita siapkan SDM-nya sejak di bangku kuliah," katanya.
Training Center Dekatkan Mahasiswa dengan Industri
Rektor UNSADA, Agus Salim Sadikin menyatakan, kehadiran Training Center Panasonic akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.
"Bagi UNSADA, kerja sama ini membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar langsung dengan teknologi dan standar industri. Kami ingin lulusan kami tidak hanya kuat secara teori, misalnya memahami siklus refrigerasi dan perhitungan beban pendinginan, tetapi juga terampil di lapangan dan siap bekerja maupun berwirausaha," kata Agus Salim Sadikin.
Baca juga : Pemerintah Tidak Tinggal Diam
Sementara itu, M. Arif Rachmat Gobel dari PT Panasonic Gobel Indonesia mengatakan, Training Center ini menjadi wujud komitmen perusahaan terhadap pengembangan SDM nasional.
Menurut Arif, teknologi tata udara terus berkembang menuju sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Melalui Training Center ini, kami ingin mahasiswa dan teknisi mendapatkan pengetahuan produk dan teknologi terkini, sehingga Indonesia memiliki tenaga ahli yang siap mendukung pembangunan smart and green building," ujarnya.
APITU Dorong Sertifikasi dan Standar Kompetensi
Ketua Umum APITU Indonesia AGUS Susilo menekankan, pentingnya standar kompetensi bagi teknisi tata udara. "Profesi di bidang pendingin dan tata udara menuntut keahlian dan keselamatan kerja yang terstandar.
"Lewat kemitraan ini, para praktisi APITU siap berbagi pengalaman lapangan, membuka jejaring profesional, dan mendukung sertifikasi agar mahasiswa maupun teknisi mampu menjawab perkembangan teknologi dan regulasi, termasuk mutu rantai dingin," tutur Agus Susilo.
Baca juga : Tolong, 32 Ribu Orang Kena PHK
Usai penandatanganan, Seminar Nasional berlangsung dalam lima sesi yang membahas teknologi refrigerasi, pengenalan cold storage dan logistik rantai dingin, sesi motivasi bisnis kewirausahaan tata udara bagi mahasiswa, serta pengenalan produk terkini Panasonic.
Adapun materi seminar dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta tentang prinsip siklus refrigerasi dan karakteristik refrigeran komersial, membekali keterampilan menghitung beban pendinginan dan merancang tata letak cold storage yang efisien, menyelaraskan wawasan dengan regulasi mutu rantai dingin, hingga membuka peluang bisnis cold storage lengkap dengan analisis efisiensi energi dan kelayakan investasinya.
"Kerja sama tripartit ini diharapkan menjadi momentum penting dalam pengembangan SDM dan penguatan industri tata udara nasional," ujar Agus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya