Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Muktamar XXI IMM Digelar 21-23 Januari 2027 Di Kalimantan Selatan
- Weekend Career Class GSSD UI Dan Tazakka Ajak Anak Muda Rancang Karier Bermakna
- Kalapas Garut: Pengawasan Harus Cegah Masalah Pemasyarakatan Berulang
- Marc Klok Pede Persib Taklukkan Persik
- Riko Simanjuntak Pede PSS Sleman Curi Poin di Kandang Persebaya
AI Buka Peluang Perkuat Kemandirian Industri Manufaktur Indonesia
Minggu, 18 Oktober 2026 17:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian industri manufaktur. Teknologi ini dapat membantu mempercepat pengembangan produk, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi ketergantungan pada teknologi serta komponen impor.
Peluang tersebut mengemuka dalam SOLIDWORKS Innovation Day 2027 (SWID`27) bertema “SOLIDWORKS. SUPERCHARGED.” yang digelar PT AppliCAD Indonesia di Holiday Inn Cikarang, Paramount Ballroom 1, Kamis (15/10/2026).
Ketua Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Isditya Pratama memaparkan, Indonesia menempati peringkat kesembilan dari 83 negara dalam Global AI Index 2024. Posisi ini menjadi salah satu modal untuk mengembangkan pemanfaatan AI di sektor industri.
Potensi tersebut juga didukung kontribusi industri nonmigas terhadap perekonomian nasional. Kementerian Perindustrian mencatat, kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp 1.102,88 triliun pada triwulan II 2026.
Namun, penguasaan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan. Tanpa penguatan kedua aspek tersebut, industri manufaktur berisiko terus bergantung pada teknologi dan komponen dari luar negeri.
Baca juga : Airlangga Komit Tumbuhkan Investasi Sektor Manufaktur
Ketua Tim Pengembangan Indonesia Manufacturing Center (IMC), Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian Heru Widiatmoko menyoroti sejumlah kendala. Di antaranya ketergantungan pada teknologi dan komponen impor, kesenjangan kompetensi tenaga kerja, serta terbatasnya akses terhadap fasilitas riset.
Selain itu, biaya dan waktu pengembangan produk yang tinggi turut menjadi tantangan bagi industri nasional. Karena itu, pemanfaatan teknologi rekayasa digital dinilai dapat membantu mempercepat proses pengembangan sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
“Engineering Co-Pilot dibutuhkan untuk membantu keputusan yang cepat, desain lebih baik, dan risiko lebih rendah,” ujar Heru.
Penerapan AI sebagai pendamping kerja insinyur menjadi salah satu fokus dalam SWID’27. Dalam sesi pembaruan SOLIDWORKS 2027, peserta diperkenalkan dengan SOLIDWORKS AI Virtual Companions, yakni AURA sebagai Virtual Explorer dan LEO sebagai Virtual Engineer.
Keduanya dirancang untuk membantu proses rekayasa melalui dukungan kecerdasan buatan. Teknologi ini juga dilengkapi sejumlah fitur, seperti pembuatan gambar exploded view menggunakan perintah bahasa alami melalui fitur Manufacturing Documentation.
Baca juga : Dihantam Banyak Krisis, PMI Manufaktur Solid Semasa AGK
Ada pula fitur Design Validation untuk menilai dampak perubahan komponen terhadap rancangan. Dengan dukungan tersebut, proses desain diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
Meski demikian, keputusan teknis tetap berada di tangan insinyur. Mereka bertanggung jawab memeriksa dan memvalidasi hasil yang dihasilkan melalui bantuan AI.
Selain pengembangan desain, penguasaan teknologi simulasi juga menjadi perhatian. Application Engineer AppliCAD Rifan Suharyadi memperkenalkan penggunaan SOLIDWORKS Simulation untuk mengevaluasi kekuatan struktur dan faktor keamanan produk.
Simulasi tersebut juga dapat membantu memperhitungkan kebutuhan aktuator serta karakteristik aliran fluida sebelum produk dibuat. Dengan demikian, potensi masalah dapat diketahui lebih awal tanpa harus selalu mengandalkan pengujian fisik.
Untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta, SWID’27 turut menghadirkan AI Experience Zone dan sesi tips dan trik. Melalui kegiatan ini, peserta dapat mencoba penerapan teknologi desain dan simulasi dalam proses rekayasa.
Baca juga : Kemenperin Tancap Gas Pacu Industri Manufaktur
Acara yang digelar secara hibrida tersebut diikuti 140 peserta. Sebanyak 89 peserta hadir langsung, sedangkan 51 lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
SWID’27 merupakan bagian dari kampanye global “SOLIDWORKS. SUPERCHARGED.” yang mengusung peningkatan kolaborasi, kecerdasan teknologi, dan pertumbuhan industri.
Melalui kegiatan ini, PT AppliCAD Indonesia mengajak pelaku industri memanfaatkan AI sebagai pendamping kerja insinyur, bukan sebagai pengganti. Penggunaan teknologi yang disertai peningkatan kompetensi SDM diharapkan dapat memperkuat produktivitas, kemandirian, dan daya saing industri manufaktur Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya