Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Harga Minyak Brent Kini 116 Dolar AS per Barel, WTI 103 Dolar AS
Sabtu, 24 Oktober 2026 08:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Harga minyak mentah dunia melonjak pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Minyak mentah Brent ditutup pada 116,72 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat mencapai 103,27 dolar AS per barel.
Mengutip Reuters, Sabtu (24/10/2026), harga Brent naik 3,55 dolar AS atau 3,14 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Level tersebut menjadi harga penutupan tertinggi Brent sejak 29 April 2026.
Baca juga : INDEF Sebut Guncangan Harga Minyak Bisa Tekan Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, harga WTI menguat 3,80 dolar AS atau 3,8 persen. Dalam sepekan, harga Brent naik sekitar 6 persen. Adapun WTI mencatat kenaikan 2,3 persen.
Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangkaian serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi. Serangan yang menyasar infrastruktur energi, memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak.
Baca juga : Harga Minyak Brent Tembus 114 Dolar AS per Barel, WTI Capai 100 Dolar
Kekhawatiran pasar bertambah setelah otoritas Uni Emirat Arab melaporkan tumpahan minyak dari sebuah kapal tanker di lepas pantai Umm Al Quwain. Otoritas setempat belum mengungkap penyebab tumpahan maupun identitas kapal tersebut.
Reuters juga melaporkan meningkatnya serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan jalur pelayaran sekitarnya. Kondisi ini menambah risiko terhadap kelancaran distribusi energi global.
Baca juga : Harganya Tembus 106 USD Per Barel, Minyak Dunia Demam Tinggi
Kenaikan harga minyak mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan. Perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang terus dicermati pelaku pasar energi dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya