Dark/Light Mode

Jaga Produksi Pupuk, RUU Migas Diharapkan Beri Jaminan Pasokan Gas

Senin, 26 Oktober 2026 14:24 WIB
Ilustrasi pasokan gas untuk industri pupuk. (Gambar dibuat dengan Gemini)
Ilustrasi pasokan gas untuk industri pupuk. (Gambar dibuat dengan Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) diharapkan memberikan jaminan pasokan gas untuk industri dalam negeri. Salah satunya industri pupuk.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pupuk Indonesia (APPI) Nugroho Christijanto mengatakan, gas bumi masih menjadi bahan baku utama yang belum tergantikan untuk memproduksi pupuk.

Baca juga : PM Singapura Soal Pengurangan Pasokan Gas RI: Semua Pihak Harus Penuhi Komitmen

"Banyak yang tidak tahu bahwa bahan baku pupuk yang dipakai petani itu berasal dari gas bumi. Dengan teknologi saat ini, masih belum bisa digantikan. Bayangkan bila tidak ada gas bumi, maka tidak ada pupuk. Tanpa pupuk, tidak ada pertanian," ujar Nugroho, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (26/10/2026).

Ia menyebut, ketersediaan pupuk sangat berkaitan dengan keberlangsungan produksi pangan. Petani tidak bisa hanya mengandalkan pupuk organik untuk hasil panen yang maksimal.

Baca juga : Gandung Apresiasi Langkah Menperin Kawal Pasokan Gas untuk Industri

Kebutuhan gas untuk industri pupuk pun diproyeksikan terus naik. Pada 2026, kebutuhan diperkirakan mencapai 842 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) dan pada 2035 bisa naik hingga 1.604 BBTUD seiring meningkatnya kebutuhan pangan dan jumlah penduduk.

Sementara, kebutuhan pupuk domestik pada 2025 tercatat sekitar 6,5 juta ton dan terus bertambah. Karena itu, Nugroho menilai penting ada perencanaan pasokan jangka panjang di dalam kebijakan gas bumi.

Baca juga : Yulisman Dorong Kejelasan Kewenangan BUK Migas dalam RUU Migas

"Dalam pembahasan RUU Migas, penting untuk memastikan kebijakan pengelolaan gas bumi memperhatikan kebutuhan industri pupuk. Keberlanjutan pasokan gas tidak hanya penting bagi industri, tetapi juga berkaitan dengan ketersediaan pupuk dan ketahanan pangan nasional," katanya.

Selain soal kepastian volume, harga gas yang kompetitif juga dibutuhkan agar pabrik tetap beroperasi dan produksi tetap terjaga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.