Dark/Light Mode

Pupuk Indonesia Dorong Penguatan Regenerasi Pertanian untuk Bangun Masa Depan

Kamis, 29 Oktober 2026 21:46 WIB
Ilustrasi regenerasi pertanian (Foto: Pupuk Indonesia)
Ilustrasi regenerasi pertanian (Foto: Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mendorong penguatan regenerasi pertanian untuk membangun masa depan pertanian Indonesia. Keterlibatan generasi muda di sektor pertanian perlu didukung peluang usaha yang menjanjikan, salah satunya melalui hilirisasi komoditas pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah.

Sekretaris Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan dan keterjangkauan pupuk, tetapi juga ekosistem pertanian yang kuat dan inovatif.

“Kami melihat keterlibatan generasi muda dalam mengoptimalkan hilirisasi usaha tani dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal bagi petani. Usaha tani akan lebih menarik bagi generasi muda jika memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan,” ujar Yehezkiel,

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Svarna Bhumi Award 2026, ajang apresiasi bagi pelaku pertanian yang memberikan kontribusi nyata. Melalui ajang ini, Pupuk Indonesia mengangkat kiprah wirausaha muda yang berinovasi mengembangkan potensi lokal.

Baca juga : Sumpah Pemuda, Jasa Marga Perkuat Regenerasi Kepemimpinan Dan Inovasi Digital

Dua di antaranya adalah Ella Rizki dan Asri Saraswati, yang menunjukkan bagaimana semangat wirausaha anak muda berangkat dari potensi dan persoalan di lingkungan masing-masing.

Hilirisasi Kelapa dari Desa di Magelang Tembus Pasar Ekspor

Ella Rizki berasal dari keluarga petani nira kelapa di Desa Trenten, Kabupaten Magelang. Melihat potensi kelapa di daerahnya, pada 2015 ia membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Nira Lestari dan mendorong pengolahan kelapa menjadi produk olahan seperti gula semut dan virgin coconut oil.

Usahanya berkembang hingga menjangkau pasar internasional. Melalui KWT tersebut, Ella melibatkan dan membina lebih dari 500 petani di berbagai daerah.

“Kelapa yang dulu cuma dijual mentah, sekarang bisa jadi produk yang menembus pasar ekspor. Inilah contoh hilirisasi yang bukan sekadar mengolah, tapi sekaligus mampu mengubah nasib ekonomi petani lokal,” ujar Ella.

Hilirisasi Rempah Tingkatkan Nilai Tambah Petani Lokal

Baca juga : Ketua IMPKA Merauke: Pemuda Papua Harus Jadi Pelaku Pembangunan

Semangat serupa dibawa Asri Saraswati Iskandar bersama suaminya Andhika Mahardika melalui Agradaya di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta.

Melihat petani rempah yang hanya menjadi pemasok bahan baku dengan nilai terbatas, Asri mendorong pengolahan dan peningkatan kapasitas petani. Salah satu inovasinya adalah penggunaan solar dryer house atau Rumah Surya untuk membantu pengeringan hasil panen tanpa bergantung cuaca.

Saat ini, Agradaya telah bermitra dengan lebih dari 300 petani dan menembus pasar internasional. “Bagi kami, hilirisasi akan lebih optimal jika tidak hanya melahirkan inovasi pengolahan komoditas, namun memberi transfer pengetahuan agar petani dapat meningkatkan nilai komoditas panen mereka,” ujar Asri.

Bagi Pupuk Indonesia, inisiatif Ella dan Asri menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam mendorong regenerasi pertanian. Hilirisasi membantu petani memperoleh nilai tambah, sementara transfer pengetahuan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Baca juga : KNPI Award 2026 Apresiasi 31 Tokoh, Ali Hanafiah Berharap Menginspirasi Pemuda

“Kami percaya generasi muda memegang kunci dalam penguatan ekosistem pertanian. Dengan inovasi dan kolaborasi berkelanjutan, generasi muda dapat turut membantu petani naik kelas sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tutup Yehezkiel.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.