Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Produksi Panas Bumi PGE Cetak Rekor, Laba Bersih Naik 21,45 Persen
Jumat, 30 Oktober 2026 10:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan laba bersih sebesar 126,62 juta dollar AS hingga kuartal III-2026.
Capaian tersebut tumbuh 21,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring peningkatan produksi listrik panas bumi yang mencetak rekor tertinggi.
Berdasarkan keterangan resmi PGE, Rabu (28/10/2026), laba bersih perusahaan pada Januari-September 2025 tercatat sebesar 104,26 juta dollar AS.
Sejalan dengan peningkatan laba, pendapatan PGE juga tumbuh 10,46 persen menjadi 352,20 juta dollar AS, dibandingkan 318,86 juta dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan menunjukkan peningkatan profitabilitas perusahaan.
Capaian tersebut ditopang peningkatan produksi, optimalisasi pendapatan, dan pengendalian biaya.
Baca juga : CIMB Niaga Kantongi Laba Bersih Rp 4,5 Triliun di Kuartal III-2026
“Pertumbuhan laba bersih yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan semakin kuatnya profitabilitas PGE. Kinerja ini didukung oleh peningkatan produksi, optimalisasi pendapatan, serta disiplin pengelolaan biaya yang terus kami jalankan. Fundamental keuangan yang solid menjadi modal penting bagi Perseroan untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung pengembangan kapasitas panas bumi ke depan,” ujar Fransetya.
Dari sisi operasional, laba usaha PGE meningkat 17,44 persen menjadi 186,26 juta dollar AS, dibandingkan 158,60 juta dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Margin laba bersih juga naik dari 32,70 persen menjadi 35,95 persen. Sementara itu, total liabilitas perusahaan turun menjadi 955,55 juta dollar AS, dari 988,89 juta dollar AS pada akhir 2025.
Adapun kas dan setara kas tercatat sebesar 713,68 juta dollar AS.
Produksi Listrik Panas Bumi Cetak Rekor
Peningkatan kinerja keuangan PGE sejalan dengan produksi listrik panas bumi dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri (own operation) sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) sepanjang Januari-September 2026.
Produksi tersebut meningkat 9,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga : Dari Data Menjadi Daya: Inovasi Digital PGE Mengerek Produksi Panas Bumi
Capaian itu juga mencapai 108,22 persen dari target produksi sebesar 3.801 GWh sekaligus menjadi rekor tertinggi perusahaan.
Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan, peningkatan produksi merupakan hasil penerapan keunggulan operasional (operational excellence), terutama melalui pengelolaan reservoir, pemeliharaan pembangkit, dan optimalisasi produksi.
“Rekor produksi ini merupakan hasil disiplin operasional dalam menjaga kesiapan pasokan uap, keandalan pembangkit, dan efektivitas pemeliharaan. Kami terus mengoptimalkan kinerja setiap aset panas bumi melalui pengelolaan reservoir yang disiplin dan pemeliharaan pembangkit yang terencana. Inilah komitmen operational excellence PGE untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan,” ujar Andi.
Keandalan pembangkit tercermin dari capaian Equivalent Availability Factor (EAF) sebesar 98,51 persen, melampaui target 92,20 persen. Indikator ini menunjukkan tingkat ketersediaan pembangkit untuk beroperasi. Selain itu, Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) tercatat sebesar 0,21 persen.
Angka tersebut menunjukkan rendahnya tingkat gangguan paksa pada pembangkit selama periode pelaporan.
Kembangkan Proyek Panas Bumi Pada 2026, Indonesia memperingati 100 tahun perjalanan pengembangan energi panas bumi yang bermula dari kegiatan eksplorasi di Kamojang, Jawa Barat, pada 1926.
Baca juga : Laba Bersih BCA Tembus Rp 45,2 Triliun Hingga Kuartal III-2026
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, momentum satu abad panas bumi menjadi pengingat bagi perusahaan untuk terus mengembangkan potensi energi tersebut sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
“Seratus tahun perjalanan panas bumi Indonesia merupakan warisan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus mengembangkan potensi energi bersih nasional. Komitmen PGE bukan hanya menjaga keandalan operasional dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan panas bumi terus memberikan manfaat bagi masyarakat, mendukung ketahanan energi, dan menciptakan nilai bagi generasi mendatang,” ujar Ahmad Yani.
Untuk mendukung pengembangan kapasitas panas bumi, PGE melanjutkan sejumlah proyek strategis, antara lain Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8.
Perusahaan menargetkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034. Saat ini, PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW).
Kapasitas tersebut terdiri atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE serta 1.205 MW yang dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama.
Kapasitas terpasang di wilayah kerja PGE tersebut berkontribusi sekitar 70 persen terhadap total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya