Dark/Light Mode

Lapangan Maha Mulai Berproduksi, Pasokan Gas Ditargetkan 230 MMSCFD

Selasa, 3 November 2026 13:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di Kalimantan Timur, Kamis (22/10/2026). ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di Kalimantan Timur, Kamis (22/10/2026). ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan sumber daya gas bumi di perairan Kalimantan Timur memasuki babak baru. Searah resmi mengalirkan produksi gas perdana (first gas) dari Lapangan Maha, Wilayah Kerja West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, Jumat (30/10/2026).

Produksi dari lapangan laut dalam (deepwater) tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai kapasitas 230 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Tambahan pasokan ini diharapkan memperkuat ketersediaan gas bumi nasional sekaligus mendukung agenda Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi.

Baca juga : PGN Teken 7 Kesepakatan Pasokan Gas Di Forek Hulu Migas, Termasuk LNG Masela

Pencapaian first gas menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri hulu migas Indonesia, khususnya dalam mengoptimalkan potensi sumber daya gas di kawasan lepas pantai. Lapangan Maha berada sekitar 100 kilometer dari Balikpapan atau 12 kilometer di tenggara fasilitas Floating Production Unit (FPU) Jangkrik.

Keberhasilan produksi perdana ini merupakan hasil penyelesaian rangkaian pekerjaan pengembangan fasilitas bawah laut (subsea facilities) yang telah dirampungkan pada awal 2026. Dalam pengembangannya, proyek Maha mengandalkan dua sumur produksi bawah laut.

Baca juga : Menlu Singapura Kunjungi Indonesia, Kemlu Gelar Konferensi Pers Sore Ini

Kedua sumur tersebut terhubung dengan fasilitas produksi FPU Jangkrik melalui jaringan pipa fleksibel dan umbilical sepanjang kurang lebih 12 kilometer. Integrasi fasilitas ini memungkinkan gas dari Lapangan Maha diproses menggunakan infrastruktur produksi yang telah tersedia di FPU Jangkrik.

Dengan demikian, pengembangan lapangan tidak hanya menambah sumber pasokan gas, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas produksi yang sudah beroperasi. Lapangan Maha juga menjadi bagian strategis dari pengembangan South Production Hub Searah.

Baca juga : Jaga Produksi Pupuk, RUU Migas Diharapkan Beri Jaminan Pasokan Gas

Proyek ini dikembangkan secara terintegrasi bersama Lapangan Gendalo dan Gandang untuk meningkatkan kapasitas produksi gas dari kawasan Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Melalui pengembangan sejumlah lapangan tersebut, produksi gas dari South Hub diproyeksikan mencapai tingkat produksi puncak (plateau) sekitar 750 MMSCFD.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.