Dark/Light Mode

Menlu Singapura Kunjungi Indonesia, Kemlu Gelar Konferensi Pers Sore Ini

Selasa, 27 Oktober 2026 14:12 WIB
Kantor Kemlu RI di Jakarta. (Foto: dok. Kemlu)
Kantor Kemlu RI di Jakarta. (Foto: dok. Kemlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengumumkan kedatangan Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan pada hari ini, Selasa (27/10/2026). Konferensi pers terkait pertemuan bilateral Indonesia-Singapura akan digelar di Gedung Pancasila, Kantor Kemlu RI, Jakarta pukul 15.30 WIB.

Pertemuan bilateral ini menjadi sorotan publik, karena digelar pasca Indonesia memangkas pasokan gas melalui pipa ke Singapura sekitar 8 persen, terhitung Sabtu (24/10/2026), dengan alasan menjaga pasokan dalam negeri. Serta persoalan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, yang menjadi perhatian negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Tak Ada Kontrak Yang Dilanggar

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemangkasan sekitar 8 persen itu masih berada dalam batas kontrak minimum dan tidak melanggar perjanjian.

Baca juga : Pakar Minta Penegakan Hukum Karhutla Tegas Dan Objektif

Penegasan itu disampaikan Bahlil dalam konferensi pers tentang ketahanan energi nasional, Senin (26/10/2026).

Bahlil memaparkan, total ekspor gas pipa Indonesia dari Laut Natuna dan Sumatera mencapai 409,55 MMBTUD. Dari jumlah tersebut, jumlah yang dipotong mencapai 31 MMBTUD.

"31 MM yang kita potong itu masih dalam batas kontrak minimum," ujar Bahlil.

Baca juga : Lahan Bekas Karhutla Tak Cocok Ditanami Sawit, Ini Alasannya

Menurut dia, pelanggaran kontrak baru terjadi bila pemotongan mencapai 10 persen. "D kita baru sekitar 8 persen. Kecuali kita potong 10 persen, itu baru kita melanggar kontrak," jelas Bahlil.

Bahlil menyebut pemangkasan dilakukan untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri, dan memenuhi kebutuhan gas bagi industri nasional.

Saat ini, sejumlah sumur gas mengalami penurunan produksi akibat pemeliharaan (shutdown), sehingga pemerintah memprioritaskan pasokan untuk PLN dan sektor industri.

Baca juga : Bahlil Jawab Pemerintah Singapura: Ekspor Gas Dipotong 8%, Jadi Tidak Langgar Kontrak

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.