Dark/Light Mode

Menristek: Manfaatkan Bonus Demografi Untuk Membuat Ekonomi Indonesia Lebih Maju

Selasa, 3 Nopember 2020 23:01 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro (Foto: Istimewa)
Menristek Bambang Brodjonegoro (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bonus demografi yang didapat Indonesia tak boleh disia-siakan. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, bonus demografi itu harus dimanfaatkan untuk melahirkan lebih banyak startup atau technopreneur atau perusahaan berbasis teknologi untuk membawa Indonesia lebih maju.

"Dengan penduduk usia muda saat ini dan bonus demografi inilah kesempatan terbaik Indonesia untuk melahirkan startup yang lebih banyak dan melahirkan perusahaan berbasis teknologi atau technopreneur. Yang kita harapkan akan mewarnai negeri ini ketika berupaya menjadi negara maju di tahun 2045 atau 100 tahun kemerdekaan kita," kata Bambang, dalam diskusi virtual bertema, “Muda Berinovasi: Start Your Startup Now”, di Jakarta, Selasa malam (3/11), seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : Mendes: Bonus Demografi Jadi Kesempatan Akselerasi Pembangunan

Bambang menuturkan, keberadaan startup dan bonus demografi menjadi suatu bonus bagi Indonesia jika dikelola dan dioptimalkan dengan baik. Sehingga membuat Indonesia menjadi negara yang lebih maju.

Menurutnya, Indonesia sudah mulai menikmati bonus demografi sejak 2010 dan akan berakhir pada 2045. Ketika berada di bonus demografi, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan membuat ekonomi Indonesia menjadi ekonomi lebih maju, khususnya ekonomi yang berbasis inovasi, dan ekonomi berbasis inovasi pasti didasarkan pada kegiatan riset dan pengembangan. "Kalau kita tidak benar-benar me-manage (mengelola) bonus demografi dengan baik, bonus demografi dengan gampang berubah menjadi beban demografi," tuturnya.

Berita Terkait : Menristek/BRIN Raih Penghargaan Internasional Dari University of Illinois Urbana-Champaign, AS

Agar beban demografi itu tidak terjadi, bonus demografi harus diarahkan untuk melahirkan lebih banyak startup atau pengusaha atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkualitas dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan lebih besar. "Dengan lapangan pekerjaan lebih besar, apalagi kalangan muda sudah lebih familiar dengan revolusi industri 4.0 dengan teknologi digital, kita harapkan tingkat pengangguran terbuka nantinya akan terus turun, kita harapkan seperti layaknya negara maju. Saat ini tingkat pengangguran itu harusnya relatif lebih kecil," ujar Menristek. [USU]