Dark/Light Mode

Gandeng HKTI, Perhutani Tampung Hasil Panen Jagung Petani Jatim

Jumat, 13 Nopember 2020 13:05 WIB
Direktur Perhutanan Sosial Perhutani Natalas Anis Harjanto bersama Ketua Umum HKTI Moeldoko berfoto bersama usai menandatangani kerja sama penyerapan hasil jagung petani. (Foto: Perhutani)
Direktur Perhutanan Sosial Perhutani Natalas Anis Harjanto bersama Ketua Umum HKTI Moeldoko berfoto bersama usai menandatangani kerja sama penyerapan hasil jagung petani. (Foto: Perhutani)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perhutani menggandeng Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk menyerap hasil panen jagung petani di Jawa Timur.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Perhutani dengan dengan Koperasi HKTI Tani Makmur Sejahtera (TAMARA) di Kantor Staf Presiden (KSP) Gedung Bina Graha, Jalan Veteran No.16, Jakarta, Kamis (12/11).

Hadir Direktur Perhutanan Sosial Perhutani Natalas Anis Harjanto, Kepala Divisi Regional Jawa Timur (Jatim) Oman Suherman, Ketua Umum DPP Koperasi HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Sekjen DPP HKTI Mayjen TNI (Purn) B Budi Waluyo, Ketua Koperasi HKTI Mayjen TNI (Purn) Winston P. Simanjuntak, segenap pengurus dan Ketua Pengawas Koperasi HKTI.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Oman Suherman dan Winston P. Simanjuntak dan disaksikan oleh Natalas Anis Harjanto serta Moeldoko. Kerja sama tersebut merupakan upaya memberi kepastian kepada masyarakat untuk menampung hasil panen (komoditi jagung), terutama masyarakat yang sudah memiliki SK Perhutanan Sosial.

Berita Terkait : Wemenag Resmikan Kampung Zakat Di Papua

Dalam kesempatan tersebut Direktur Perhutanan Sosial Perhutani, Natalas Anis mengatakan, perseroan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang kehutanan mendukung penuh program-program pemerintah, salah satunya Perhutanan Sosial. Ia juga menyampaikan untuk mengurusi khusus program Perhutanan Sosial di Perhutani telah dibentuk direktorat tersendiri, yakni Direktorat Perhutanan Sosial dimana dirinya sendiri sebagai Direkturnya.

"Direktorat Perhutanan Sosial ini baru dibentuk tanggal 26 Februari 2020, umurnya pas 9 bulan sampai dengan saat ini," kata Anis. 

Menurut Anis, offtaker merupakan salah satu agenda dari perusahaan, dimana Perhutani ditugaskan menampung produk hasil tani dari masyarakat. Dengan adanya MoU ini salah satu tugas dari Perhutani terbantu. 

Anis juga menjelaskan jika dalam program Perhutanan Sosial masyarakat terbagi dalam 2 kelompok, "Kelompok sebelum menerima SK dan sesudah menerima SK," kata Anis. 

Baca Juga : Naik 12 Persen, Penjualan Mobil Honda Selama Oktober Tembus 6.561 Unit

Untuk kelompok yang sudah menerima SK dituntut untuk mandiri. Dalam hal tersebut Perhutani ikut membantu membentuk dan memperkuat kelompok masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). 

"Kami berharap HKTI juga memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat, supaya produktivitas dari hasil panen masyarakat lebih meningkat. Harapannya kedepan kerja sama ini tidak hanya pada jagung, melainkan juga pada komoditi lainnya," tutup Anis.

Ketua Umum DPP Koperasi HKTI Moeldoko menyampaikan terima kasih atas terjalinnya kerjasama antara Perhutani dan Koperasi HKTI dalam kemitraan Offtaker komoditi jagung. Moeldoko mengatakan, jika Presiden telah mengadakan rapat bersama jajaran kabinet mengenai 'Optimalisasi Perhutanan Sosial'. 

"Kontek besarnya reforma agraria, salah satunya Perhutanan Sosial, dimana masyarakat diberi kepastian dalam ikut mengelola hutan selama 35 tahun," katanya. 

Baca Juga : Dekati Rekor Schumacher, Hamilton Ogah Kendur

"Persoalan petani dimana-mana sama, diantaranya capital, teknologi, manajemen dan persoalan pasca panen, kemana mereka menjual hasil pertaniannya," tambah Moeldoko.

Ia juga mengingatkan, jika Offtaker ini merupakan tugas yang sangat besar karena menyangkut dengan penghasilan masyarakat. Menurutnya langkah-langkah antara HKTI dan Perhutani bisa saling memperkuat, "Nanti kita jajaki tahap demi tahap sehingga apa yang menjadi tujuan bisa tercapai," ujar Moeldoko. [DIT]