Dewan Pers

Dark/Light Mode

Potensi Pasar Besar, Kemenkop Dorong UMKM Maksimalkan Ekosistem Digital

Selasa, 1 Desember 2020 16:33 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto: Istimewa)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berkembangnya ekonomi digital, dinilai menjadi peluang bagi Koperasi dan UMKM untuk meluaskan produksi hingga pemasarannya. Ekonomi digital tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah transaksi e-commerce.

Menurut survey APJII Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi penggunaan internet pada 2019 mencapai 196.71 juta dari total populasi penduduk Indonesia 266.1 juta orang atau tumbuh 8,9 persen dari tahun 2018.

Berita Terkait : Ngobras Bareng Cakra Khan, Bamsoet Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Jumlah pengguna internet ini diyakini terus bertambah hingga saat ini. Bahkan McKinsey memproyeksikan pasar e-commerce Indonesia tahun 2022 akan tumbuh menjadi 55 hingga 65 miliar dollar AS (Rp 808-955 triliun).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, tanpa mengikuti arus digitalisasi, UMKM dan koperasi bisa 'ambruk' ditelan zaman.

Berita Terkait : Pertamina Dorong UMKM Gunakan LPG Nonsubsidi

Ia berharap, koperasi dan UMKM memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 ini untuk mulai masuk ke ekosistem digital. Pihaknya sudah menjalin komitmen kerja sama dengan marketplace Nasional untuk membantu UMKM masuk dalam platform digital agar pangsa pasarnya semakin meluas.

Ia mengatakan transformasi Koperasi dan UMKM ke arah ekonomi digital menjadi keniscayaan. Tantangan terbesar, minimnya koperasi yang memanfaatkan ekosistem digital ini dalam pengelolaan koperasinya. "Baru sekitar 906 koperasi (0,73 persen) dari jumlah koperasi aktif (123.048 unit) yang sudah memiliki alamat website," kata Teten dalam Webinar Kanwil BI Provinsi Kalimantan Timur dengan tema AKSI UMKM 4.0 Akselerasi dan Sinergi Digitalisasi, Selasa (1/12).
 Selanjutnya