Dark/Light Mode

Pasca Pandemi, Korporasi Indonesia Gandeng Startups Singapura

Selasa, 1 Desember 2020 21:42 WIB
Managing Director Plug and Play Indonesia Wesley Harjono. (Foto: Ist)
Managing Director Plug and Play Indonesia Wesley Harjono. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 ternyata mendorong korporasi Indonesia memanfaatkan kolaborasi dengan startups Singapura yang difasilitasi oleh Enterprise Singapore. Pasca pandemi, korporasi Indonesia diprediksi terus berinvestasi dalam teknologi dan solusi inovatif di sejumlah sektor seperti konstruksi, keuangan dan kesehatan.

Hal ini tercermin dari partisipasi lebih dar 100 korporasi Indonesia di antaranya Suryacipta Swadaya, Jababeka, dan Kamadjaja Logistics, dalam seri virtual showcase yang diselenggarakan oleh Enterprise Singapore dan platform inovasi terbuka, GK Plug & Play Indonesia, di tahun ini.

Pameran tersebut menghasilkan sekitar 50 kolaborasi bisnis potensial antara perusahaan Indonesia dan perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura yang difasilitasi oleh Enterprise Singapore's Overseas Center di Jakarta dan Surabaya.  Tahun ini, Microsoft dan Amazon Web Services Indonesia terlibat sebagai mentor startups Singapura dalam Program Akselerasi Global Innovation Alliance (GIA) Enterprise Singapura yang baru diluncurkan untuk Indonesia.

Berita Terkait : I Ngurah Swajaya: Indonesia Mesti Tiru Kemajuan Singapura

Managing Director Plug and Play Indonesia Wesley Harjono menilai, Singapura memiliki keunggulan sebagai pusat bisnis di kawasan Asia. Menurutnya, melalui program GIA, Plug and Play Indonesia bekerja sama dengan Enterprise Singapura yang berbasis di Jakarta dan Surabaya, menghadirkan solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah di seluruh Indonesia. 

"Seiring pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, bisnis akan semakin mencari solusi inovatif untuk memastikan pertumbuhan. Kami berharap dapat memfasilitasi lebih banyak kolaborasi inovasi antara startup dan korporasi pada tahun 2021," ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (1/12). 

Tahun ini, Enterprise Singapore akan menyelenggarakan Singapore Week of Innovation and TeCHnology 2020 (SWITCH 2020) pada 7-11 Desember. Lebih dari 6 ribu investor, perusahaan, pemimpin industri dan mentor diprediksi akan berpartisipasi dalam festival teknologi digital dan fisik hybrid ini.

Baca Juga : Mahfud MD: Mereka Mengganggu Ibu Saya, Bukan Menko Polhukam

Menurutya, pasca pandemi Covid-19, perubahan lanskap kebutuhan konsumen dan bisnis, membuat kebutuhan inovasi teknologi semakin menonjol. Perkembangan sejumlah sektor baru tersebut sejalan dengan sektor bisnis tradisional seperti infrastruktur, manufaktur, dan transportasi yang akan pulih pasca pandemi. "Perubahan lanskap bisnis dan konsumsi ini yang akan mendorong korporasi mengadopsi lebih banyak inovasi," tandasnya.

Assistant Chief Executive Officer of Enterprise Singapore Tan Soon Kim menyampaikan, untuk mendukung kenaikan permintaan solusi digital baru, Enterprise Singapura bakal meluncurkan Southeast Asia Open Innovation Challenge pada acara SWITCH 2020. Tan menilai, korporasi akan mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan ekosistem startup Singapura untuk mengembangkan rencana inovasi, menguji dan mengkomersilkan solusi baru.

Menurutnya, inovasi akan menjadi pendorong bagi banyak negara di tengah tantangan yang dibawa oleh pandemi global, dan permintaan solusi baru dan baru diperkirakan akan tumbuh. "Partisipasi kuat Indonesia di SWITCH 2020 mencerminkan ekosistem teknologi dan inovasinya yang berkembang. Kolaborasi yang meningkat antara perusahaan Indonesia dan Singapura sangat menggembirakan," ujarnya.

Baca Juga : Alasan Baru Keluar Dari RS, Rizieq Shihab Tak Penuhi Panggilan Polisi

Pada acara SWITCH 2020, korporasi Indonesia yang akan terlibat sebagai pembicara di antaranya Dexa Group, East Ventures dan Traveloka. Chief Innovation Officer Dexa Group Wimala Widjaja mengatakan, sebagai salah satu grup farmasi terbesar di Indonesia, ia sedang menjajaki kemitraan dengan perusahaan medtech dan healthtech Singapura. Dexa Group, dan East Ventures juga akan mewakili Indonesia sebagai juri dalam SLINGSHOT.

SLINGSHOT adalah kompetisi internasional untuk memilih startups teknologi global top 100 untuk memperebutkan hadiah uang tunai dan hadiah hibah senilai 700 ribu dolar AS, dan sumber daya senilai lebih dari 5,5 juta dolar AS dalam bentuk cloud credit, co-working spaces, dan mentoring dari ahli. Akan ada 200 investor, perusahaan dan pengusaha peringkat teratas dari 22 negara, juga terlibat dalam proses penjurian.  Dari Indonesia, sebanyak 142 startups telah mendaftar untuk bersaing dalam SLINGSHOT 2020. Dua startups Indonesia yakni MyRobin.ID dan Octopus Waste Management telah terpilih menjadi Top 100. [KPJ]