Dark/Light Mode

Dukung Kinerja Smelter Nikel

Menperin Imbau Perusahaan Dan Karyawan Bangun Dialog

Kamis, 17 Desember 2020 07:40 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Instagram)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT VDNI yang telah merealisasikan investasinya sebesar USD 1 miliar untuk membangun 15 tungku Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dengan total kapasitas produksi bisa mencapai 800 ribu metrik ton per tahun, untuk menghasilkan Nickel Pig Iron (NPI) yang memiliki kadar nikel 1012 persen. Apalagi  proyek ini akan dilanjutkan menjadi industri yang terintegrasi dan menghasilkan stainless steel berkelas dunia.

PT VDNI telah memberikan kontribusi cukup signfikan terhadap pertumbuhan nilai ekspor nasional, yang menyumbang sebesar 142,2 juta dolar AS hingga akhir tahun 2018 dari pengapalan produk NPI.

Baca juga : Gandeng 60 Ribu Mitra, Telkomsel Jamin Pasokan Produk Dan Layanan Selama Nataru

Selain itu, proyek ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 6 ribu orang yang sebagian besar merupakan warga asli Sulawesi Tenggara. Tenaga kerja tidak langsung juga terserap sebanyak 10.000 orang yang merupakan bagian dari multiplier effect. Fasilitas smelter dengan luas area 700 hektar tersebut menjadi salah satu fasilitas pemurnian bijih nikel terbesar di Indonesia.

PT VDNI adalah anak perusahaan Jiangsu Delong Nickel Industry Co. Ltd, produsen feronikel terkemuka. Bahkan, perusahaan afiliasi PT VDNI, sedang membangun pabrik smelter nikel dengan kapasitas produksi NPI sebanyak 1,2 juta ton per tahun dan pabrik untuk memproduksi stainless steel dengan kapasitas sebanyak 3 juta ton per tahun. Total nilai investasi ini diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS.

Baca juga : Basuki Fokuskan Anggaran Tahun Depan Untuk Bangun Food Estate

Dengan diproduksinya stainless steel di PT VDNI sangat sesuai dengan program hilirisasi smelter di Indonesia yang sedang didorong terus oleh Kementerian Perindustrian.

Kemenperin juga mencatat, industri smelter telah membuktikan kontribusinya secara signifikan bagi perekonomian nasional. Sepanjang tahun 2019, ekspornya menembus 7 miliar dolar AS. Tahun ini, diproyeksi menembus 810 miliar dolar AS.  

Baca juga : Ibas Kawal Program Perahu Nelayan Dan Penerangan Jalan Umum Di Pacitan

Jadi, selain bermanfaat terhadap penerimaan devisa negara, juga bisa mengurangi defisit neraca perdagangan. Selain itu, investasinya sampai saat ini mencapai 1.516 miliar dolar AS. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.