Dark/Light Mode

Pesan Ketua MPR

Jangan Sampai Beda Pilihan Di Pilkada Rusak Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2020 21:29 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo sepakat dengan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, yang berharap Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 berlangsung aman dan damai. Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila itu berharap, tidak terjadi gesekan-gesekan di masyarakat yang akan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, baik dalam proses Pilkada ataupun setelah Pilkada berlangsung.

"Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi tanggung jawab kita semua. Sebagai kader Pemuda Pancasila, kita harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak terkoyak akibat Pilkada. Instruksi Ketua Umum Pemuda Pancasila sangat jelas, jangan sampai kita pecah karena beda pilihan dalam Pilkada. Apalagi ada beberapa kader Pemuda Pancasila yang maju dalam Pilkada," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai rapat koordinasi Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila dengan Majelis Pimpinan Wilayah seluruh Indonesia secara virtual dari Bali, Senin malam (27/10).

Berita Terkait : Bamsoet Minta ICMI Muda Sebarkan Semangat Nasionalisme

Selain Ketua Umum Japto Soerjosoemarno, hadir dalam rakor adalah Sekjen Arief Rahman, para wakil ketua umum, dan para ketua wilayah dari seluruh Indonesia.

Bamsoet mengingatkan, menjelang Pilkada akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan perbedaan untuk menyulut api permusuhan. Tidak ada larangan berbeda pendapat dalam Pilkada, tetapi hati harus tetap dipersatukan dalam bingkai NKRI.

Berita Terkait : Sosialisasi 4 Pilar MPR Ke Santri Dan Mahasiswa UIN Surabaya, Bamsoet Ajak Jaga Persatuan

"Sangat penting dipahami bahwa beberapa menit di bilik suara akan menentukan masa depan bangsa. Namun, jangan sampai masa depan bangsa justru hancur karena berbeda pilihan dalam Pilkada," tegas Bamsoet. 

Karenanya, dia mengajak semua elemen bangsa menghormati perbedaan yang ada. Jika ada perbedaan pendapat bisa diselesaikan dengan cara dialog dan musyawarah, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. "Perbedaan pasti selalu ada. Perluas hati dan pikiran untuk selalu membuka ruang dialog. Melalui ruang dialog kita bisa saling menguatkan satu dengan yang lain," pungkas Bamsoet. [USU]