Dark/Light Mode

November 2020, Pertumbuhan Uang Beredar Tetap Tinggi

Rabu, 30 Desember 2020 18:02 WIB
Foto: Net
Foto: Net

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada November 2020.

Tingginya jumlah uang beredar ini didukung oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1), dan uang kuasi.

Posisi M2 pada November 2020 tercatat sebesar Rp 6.817,5 triliun, atau tumbuh sebesar 12,2 persen (yoy). Relatif stabil dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya, yang mencapai 12,5 persen (yoy).

Berita Terkait : BI Masih Optimis, Bank Dunia Suram

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan M1 yang melambat menjadi sebesar 15,8 persen (yoy) dari pertumbuhan pada Oktober 2020 sebesar 18,5 persen (yoy). Sejalan peredaran uang kartal dan simpanan giro rupiah yang melambat," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Rabu (30/12).

Sementara itu, pertumbuhan uang kuasi mengalami peningkatan, dari 10,7  (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 11,1 persen (yoy) pada November 2020.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, pertumbuhan M2 pada November 2020 didorong oleh peningkatan aktiva dalam negeri bersih, di tengah perlambatan aktiva luar negeri bersih.

Berita Terkait : Naik 3,3 Persen, Utang Luar Negeri Indonesia Per Oktober Tembus Rp 5.852 T

Aktiva dalam negeri bersih tumbuh 12,9 persen (yoy) pada November 2020. Lebih tinggi dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya, yang mencapai 12,0 persen (yoy).

"Perkembangan ini didorong oleh peningkatan pertumbuhan  bersih lainnya, terutama pembelian SBN oleh BI. Serta pertumbuhan ekspansi keuangan pemerintah yang masih tinggi," terang Erwin.

Pertumbuhan kredit pada November 2020, tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 1,7 persen (yoy). Turun 0,9 persen (yoy) dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya. Sejalan dengan permintaan yang masih belum kuat.

Berita Terkait : K.H Nur Muhammad Iskandar Tutup Usia, PKB: Cak Imin Sangat Kehilangan

Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih tumbuh 10,3 persen (yoy) pada November 2020. Lebih rendah dibanding pertumbuhan Oktober 2020 sebesar 13,9 persen (yoy). [HES]