Dark/Light Mode

Penuhi Kebutuhan Rakyat

Perum Bulog Siap Ditugasi Stabilitaskan Bawang Putih

Minggu, 14 Februari 2021 05:40 WIB
Stok Bawang Putih. (Foto : Istimewa).
Stok Bawang Putih. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Stok bawang putih mulai menipis. Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, harus ada langkah tepat yang dilakukan Pemerintah. Perum Bulog siap jika ditugasi untuk menstabilkan harga bawang.

Guru Besar dan Kepala Bio­tech Center IPB (Institut Pertanian Bogor) University Dwi An­dreas berharap, ada langkah cepat dari Pemerintah untuk mencegah kenaikan harga bawang putih.

“Kebutuhan bulanan kita kan jelas jumlahnya. Produksi sendiri belum mampu, jadi mau ng­gak mau impor. Tapi tata kelola impornya juga harus diperbaiki,” tegas Dwi kepada Rakyat Merdeka.

Dia menilai, dengan dibentuknya Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, maka stabilitas harga dan stok pangan sudah seharusnya bisa teratasi.

Baca juga : Kebutuhan Garam Nasional Capai 4,6 Juta Ton, Paling Banyak Untuk Industri

“Tinggal disesuaikan porsi masing-masing BUMN dalam mengimpor,” sambungnya.

Senada, Head of Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta bilang, Pemerintah per­lu mempertimbangkan impor bawang putih.

“Siklus kenaikan harga sejum­lah komoditas pangan cenderung berulang tiap tahun. Idealnya, Pemerintah sudah dapat memperkirakan kapan tindakan impor perlu dilakukan,” kata Felippa kepada Rakyat Merdeka.

Dia mencontohkan, saat memasuki awal tahun, harga bawang putih sempat di angka Rp 28.350 per kilogram. Hanya turun tipis dibanding Desember 2020 sebe­sar Rp 28.750 per kilogram.

Baca juga : Canon PIXMA PRO-200, Penuhi Kebutuhan Foto Berkualitas

Artinya, pergerakan harga ini sudah cukup menunjukkan se­jauh mana ketersediaan bawang putih di pasar.

“Jangan sampai terjadi kesenjangan antara jumlah produksi dan kebutuhan. Kalau ini tidak segera dipenuhi, hampir dapat dipastikan harganya akan kem­bali meningkat,” warning-nya.

Salah satu perusahaan pelat merah yang ditugasi impor bawang, yaitu Perum Bulog, mengaku belum mengambil tinda­kan apa pun.

“Saat ini Bulog belum ada penugasan untuk pengadaan bawang putih,” aku Kepala Bagian Informasi dan Humas Perum Bulog Tommy Wijaya ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Ubah Mekanisme Jisdor, BI Jaga Stabilitas Mata Uang Garuda

Kendati begitu, pihaknya se­lalu siap jika diberi penugasan untuk turut menstabilkan harga bawang. Sama halnya dengan yang dilakukan perseroan dalam menjaga stabilitas harga komoditas lainnya, seperti beras.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.