Dark/Light Mode

Penuhi Kebutuhan Rakyat

Perum Bulog Siap Ditugasi Stabilitaskan Bawang Putih

Minggu, 14 Februari 2021 05:40 WIB
Stok Bawang Putih. (Foto : Istimewa).
Stok Bawang Putih. (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
Jika perhitungan konsumsi nasional per bulan 45 ribu ton, maka konsumsi untuk Januari-Maret 2021 mencapai 135 ribu ton. Artinya, kata Taufik, pada awal April stok hanya berkisar 15 ribu-43 ribu ton saja, atau lebih besar permintaan konsumsi dari pada stok yang ada.

“Kalau tak berbenah dari sekarang, bakal terjadi kelangkaan bawang putih yang berakibat nai­knya harga bawang di pasar,” ce­masnya di Jakarta, Rabu (10/2).

Baca juga : Kebutuhan Garam Nasional Capai 4,6 Juta Ton, Paling Banyak Untuk Industri

Karena itu, dia meminta, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengkaji lagi soal stok bawang putih saat ini. Serta, segera menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih bagi sejumlah perusahaan yang telah mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikul­tura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan).

“Semoga bisa dihindari kenaikan harga bawang putih di Maret dan awal April,” harapnya.

Baca juga : Canon PIXMA PRO-200, Penuhi Kebutuhan Foto Berkualitas

Wakil Ketua KPPU Guntur Syahputra Saragih menutur­kan, permasalahan di komoditas bawang putih bersumber dari kelancaran arus impor­tasi. Dia mewanti-wanti Kemendag maupun Kementan belajar dari kejadian di tahun-tahun lalu.

Wakil Ketua Perkumpulan Pedagang Bawang Nusantara (PPBN) Mulyadi menambah­kan, saat ini harga bawang putih di tingkat importir sudah menyentuh Rp 20.000 per kilogram (kg), dan di pedagang pasar mendekati Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) bawang putih sudah ditetapkan di harga Rp 32.000.

Baca juga : Ubah Mekanisme Jisdor, BI Jaga Stabilitas Mata Uang Garuda

“Apabila merangkak naik lagi, harga bawang putih akan di atas HET dalam waktu singkat. Ka­lau stok cukup, harusnya harga stabil. Tapi kalau ada kenaikan harga, logikanya stok mulai berkurang,” tutupnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.