Dark/Light Mode

PGN Dan Pertamina Bangun Infrastruktur LNG Kilang Cilacap

Rabu, 26 Mei 2021 12:50 WIB
Penandatangan HoA antara PGN dengan Kilang Pertamina Internasional, PT Pertamina International Shipping, dan PT Badak LNG untuk membangun infrastruktur LNG Kilang Cilacap. (Foto: ist)
Penandatangan HoA antara PGN dengan Kilang Pertamina Internasional, PT Pertamina International Shipping, dan PT Badak LNG untuk membangun infrastruktur LNG Kilang Cilacap. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperkuat kemandirian dan ketahanan energi negeri, PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Gas, Subholding Kilang, Subholding Shipping dan PT Badak LNG bersinergi untuk menyediakan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG) terintegrasi untuk mendukung pengembangan bisnis kilang Pertamina di Cilacap. 

Proyek ini akan menyuplai gas dengan peningkatan volume secara bertahap (ramp up) 111 MMSCFD selama 20 tahun ke Kilang Cilacap dan dilaksanakan dengan skema Small Scale Land Based Regasification Terminal. Proyek ini diperkirakan membutuhkan biaya investasi (Capex) sebesar 151,7 juta dolar AS.

Komitmen kerja sama ini diwujukan dalam tiga Head Of Agreement (HOA) yang ditandatangani oleh Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto, bersama dengan Direktur PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS) Erry Widiasto dan Direktur Utama PT Badak LNG Gema Iriandus Pahalawan, Selasa (25/5).

Berita Terkait : HUT Ke-56, PGN Terus Kembangin Infrastruktur Dan Penyaluran Gas Bumi

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati serta Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono. 

Kesepakatan penting dari sinergi ini meliputi tiga lingkup yaitu, antara PGN dan KPI untuk penyediaan infrastruktur LNG. Berikutnya antara PGN dan PT Badak LNG untuk penyediaan fasilitas penyimpanan dan breakbulking LNG. Lainnya, antara PGN dan PIS untuk utilisasi kapal LNG dengan skema long term time charter atau skema angkutan LNG lainnya.

Kerja sama ini dapat menjadi milestone untuk memperkuat sinergi yang saling menguntungkan antar subholding dan holding Pertamina Grup. “Kami berharap kerja sama ini menjadi contoh bagi Subholding lain bahwa Pertamina Group dapat bersinergi dan menghasilkan manfaat yang luar biasa,” ujar Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono.

Berita Terkait : Pasca Gempa, Pertamina Pastikan Stok BBM Di Jatim Aman

Mulyono juga mengungkapkan, proyek ini akan digunakan untuk mengembangkan market LNG retail di Jawa Tengah bagian selatan dan menghasilkan efisiensi luar biasa mencapai 58,5 juta dolar AS per tahun dengan pemanfaatan gas.

Kilang Cilacap yang merupakan salah satu dari 7 unit pengolahan di Indonesia, memiliki kapasitas produksi sebesar 348.000 BSD. Kilang ini bernilai strategis dengan memasok 34 persen kebutuhan BBM nasional atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Hal tersebut membuat Kilang Cilacap menjadi kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto mengatakan, sebagai bagian dari Holding Migas Pertamina, PGN secara penuh mendukung pengembangan bisnis Kilang Pertamina Cilacap. Proyek ini termasuk dalam prioritas proyek PGN dalam menyediakan supply chain LNG yang terintegrasi. 

Berita Terkait : IPO Bisa Bikin Pertamina International Shipping Makin Moncer

“Semoga dengan tersedianya supply chain dan infrastruktur LNG yang terintegrasi nanti dapat memenuhi kebutuhan gas di Kilang Cilacap dengan tepat biaya, mutu dan waktu,” ujarnya.

Haryo menambahkan, sinergi ini menjadi bentuk dukungan PGN terhadap Pertamina Grup dalam mengelola portfolio LNG yang bisa dioptimalkan dalam rangka subtitusi bahan bakar berjenis Residual Fuel Oil (FRO) menjadi bahan bakar berbasis gas.

"Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menumbuhkan perekonomian nasional dan dapat mengurangi impor serta menekan defisit neraca migas,"tutup Haryo. [DIT]