Dewan Pers

Dark/Light Mode

Top, Telkom Bagikan Dividen Triliunan Di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat, 28 Mei 2021 19:46 WIB
Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah
Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah

RM.id  Rakyat Merdeka - Telkom Indonesia memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 16,64 triliun dengan peningkatan sebesar 9 persen dibandingkan tahun lalu, atau 80 persen dari perolehan laba bersih tahun buku 2020. Sementara sisanya sebesar 20 persen, atau Rp 4,16 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan. 

Pembagian dividen diputuskan oleh Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom yang digelar selama  tiga jam secara virtual di Jakarta, Jumat (28/5). 

“Dengan besaran dividen tersebut, ini berarti dividen yang akan diterima pemegang saham adalah sebesar Rp 168,01 per lembar saham,” ujar Ririek. 

Ririek mengatakan, kinerja yang positif pada berbagai segmen tersebut semakin mengokohkan posisi Telkom sebagai pemimpin pasar dalam industri fixed broadband maupun seluler di Indonesia. 

Berita Terkait : Telkom Kembangkan Digitalisasi Di 5 Destinasi Pariwisata Prioritas

Diakui Ririek, pandemi Covid-19 telah berdampak pada masyarakat dan berbagai sektor dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Bagi Telkom, berbagai hambatan yang terjadi akibat pandemi Covid-19 mendorong korporasi untuk mempercepat akselerasi digital dengan memberikan layanan dan solusi di bidang teknologi informasi dan komunikasi

“Sebagai bagian dari komponen bangsa, Telkom Group memiliki spirit untuk membantu masyarakat dan Pemerintah dalam menghadapi pandemi dan bangkit kembali menghadapi masa depan,” ujarnya. 

Telkom Group menyediakan berbagai layanan dan solusi kepada seluruh pelanggan dan masyarakat dengan dukungan infrastruktur digital connectivity, digital platform, dan digital services.

Berita Terkait : Tumpas Teroris, 400 Pasukan Setan Siliwangi Dikirim Ke Papua

Sejalan dengan upaya transformasi menjadi digital telco, di tengah berbagai tantangan sepanjang tahun 2020, Telkom Group tetap memperluas dan meningkatkan infrastruktur digital connectivity, memperkuat platform digital dan mengembangkan berbagai layanan digital guna memberikan digital customer experience terbaik.

Kemudian, seluruh kegiatan usaha dan inisiatif pengembangan bisnis Telkom Group dijalankan secara strategis sesuai dengan potensi pasar dan kebutuhan serta karakteristik masyarakat Indonesia, untuk mendukung digitalisasi di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), keuangan, pertanian, dan berbagai bidang lainnya

Dalam kesempatan ini,  Ririek juga menyampaikan, meski pandemi Covid-19 masih terjadi, perseroan tetap berkomitmen untuk berinvestasi. Di mana total belanja modal pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp 29,4 triliun atau 21,6% dari total pendapatan. 

Belanja modal tersebut, terutama digunakan untuk memperkuat jaringan dan infrastruktur lainnya dalam rangka meningkatkan kapabilitas digital, meliputi jaringan 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringan backbone serat optik bawah laut, menara telekomunikasi serta data center. 

Berita Terkait : Besok, 8 Juta Bulk Vaksin Sinovac Tiba Di Tanah Air

Telkom mencatat nilai besaran Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara mandiri sekitar 41,6% dari belanja CAPEX dan 92% dari belanja OPEX pada tahun 2020. [MFA]