Dark/Light Mode

Kembali, Indofarma Ekspor Obat-obatan Ke Afghanistan

Jumat, 11 Juni 2021 11:30 WIB
PT Indofarma Tbk kembali mengekspor obat-obatan ke Afghanistan, Jumat (11/6). (Foto: Istimewa)
PT Indofarma Tbk kembali mengekspor obat-obatan ke Afghanistan, Jumat (11/6). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Indofarma Tbk kembali megekspor obat-obatan sebanyak 4 unit kontener untuk kebutuhan pasar di negara Afghanistan.

Acara pelepasan ini langsung dilakukan di pabrik PT Indofarma Tbk, yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. dihadiri Direktur Utama PT Indofarma Tbk. Arief Pramuhanto, Direktur Keuangan, Manajemen Resiko & SDM, Sahat M. Sihombing serta Direktur Produksi & Supply Chain, Jejen Nugraha.

"Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini PT Indofarma Tbk telah menjalin Kerjasama dengan Hikmat Hanafi Ltd yakni perusahaan distribusi farmasi yang berada di Negara Afghanistan selama lebih dari 20 tahun," ujar Arief di Cibitung, Jawa Barat, Jumat (11/6).

Baca Juga : Mitsubishi Targetkan Jual 4.000 Unit Xpander Edisi Spesial

Arief menambahkan produk yang sudah diekspor terdiri dari obat ethical generik, ethical branded dan OTC. Dalah satu produk Pareto untuk Afghanistan adalah OBH Plus dan Indomag syrup.

Ia menambahkan beberapa produk Pareto atau fastmoving yang akan dikirim adalah OBH Plus syrup botol 100ml, berjumlah 650.012 botol, Indomag susp botol 150ml berjumlah 48.850 botol dan Floxinaf 400mg tablet berjumlah  9.300 kotak.

Arief menjelaskan bahwa penjualan segmen produk obat di tahun 2020 tercatat sebesar Rp 865,86 miliar, naik Rp140,09 miliar atau 19,30 persen dibandingkan Tahun 2019 sebesar Rp 725,77 miliar.

Baca Juga : Emil: Lelaki Soleh Itu Subuhnya Di Masjid

"Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan nilai penjualan dari segmen ekspor sebesar 27,11 persen atau Rp 3,91 miliar dibandingkan dengan tahun 2019 senilai Rp14,42 miliar menjadi Rp 18,33 miliar, " ujar Arief.

Untuk target pasar ekspor tahun 2021 ini, Arief menyakini mencapai  Rp 22 miliar. Sedangkan permintaan kebutuhan (Purchase Order) yang telah diterima hingga hari ini sudah mencapai Rp 23 miliar. Diharapkan target tahun ini akan tercapai.

"Adapun negara-negara ujuan ekspor yang saat ini telah berjalan adalah Afghanistan, Singapore, Kamboja dan Vietnam. Sedangkan yang dalam proses penjajakan yakni negara Irak. Dan untuk sasaran negara berikutnya antara lain Azerbaijan, Nigeria, dan Timor Leste," pungkas Arief. [NOV]