Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menkes Ramal Bisnis Obat-obatan Bakal Makin Moncer Akibat Pandemi

Jumat, 2 April 2021 06:59 WIB
Menkes Ramal Bisnis Obat-obatan Bakal Makin Moncer Akibat Pandemi

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor farmasi memiliki potensi bisnis yang menggiurkan akibat pandemi Covid-19. Terutama obat-obatan yang berkaitan dengan kekuatan imun atau yang terkait penanganan Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksikan, industri farmasi bakal terus meningkat.

Sektor tersebut memiliki peran strategis dalam upaya mengatasi pandemi.

"Terutama untuk produksi dan distribusi obat-obatan untuk penanganan pandemi sekarang ini," jelas Budi dalam keterangannya di acara Indonesia Best Pharmacy Brand Awards 2021: Health for All Toward Swift Economic Recovery, yang digelar virtual oleh Warta Ekonomi, dikutip Jumat (2/4).

Dia memaparkan, saat ini terdapat 222 industri farmasi di Indonesia yang menghasilkan komoditas multidimensional berupa obat-obatan sebagai produk kesehatan, iptek, dan ekonomi.

Berita Terkait : Tingkatkan Bisnis, Pegadaian Wilayah IX Tekan MoU dengan Mustika Ratu

Pertumbuhan industri ini tentunya akan memberikan akses yang semakin baik pada produksi farmasi yang aman, berkhasiat, dan bermutu bagi masyarakat, sehingga derajat kesehatan masyarakat akan meningkat.

"Dari sisi ekonomi, lanjut Menkes, industri farmasi merupakan salah satu sektor industri yang tetap tumbuh selama pandemi, baik itu dari nilai pasar maupun nilai investasi," ungkapnya.

Menkes menambahkan, saat ini Indonesia masih berupaya keras keluar dari pandemi Covid-19. Upaya tersebut membutuhkan partisipasi dan dukungan sinergis dari seluruh pihak, termasuk industri farmasi.

Lebih jauh Menkes menyebut, salah satu program yang perlu didukung adalah vaksinasi Covid-19.

Sebagai game changer dalam penanganan pandemi, kata Menkes, vaksinasi harus dilakukan secara luas dan secepat mungkin sesuai dengan standar mutu yang berlaku. Tujuannya agar berhasil mencapai target herd imunity.

Berita Terkait : Ditenggelamkan, 4 Kapal Maling Ikan Berbendera Vietnam

Dalam kesempatan yang sama, Founder dan Presiden Komisaris Warta Ekonomi Fadel Muhammad menekankan perlu ada riset-riset baru dari industri farmasi agar mampu menghasilkan produk yang lebih baik.

Dari riset itulah industri farmasi dan sektor kesehatan dapat bertumbuh. “Karena kesehatan adalah senjata utama untuk menuju pemulihan ekonomi yang cepat,” singkat Fadel.

Dalam melakukan penelitian untuk penghargaan Indonesia Best Pharmacy Brand Awards 2021: Health for All Toward Swift Economic Recovery, tim peneliti Warta Ekonomi menggunakan metode survei daring (online) dengan total 1.000 responden dari periode 24 Januari-31 Januari 2021.

Indikator yang digunakan adalah reputasi, publikasi, dan advertising. Adapun responden yang dijaring adalah masyarakat dengan usia minimal 18 tahun sampai dengan di atas 45 tahun dari semua profesi dan berbagai latar socio economic status (SES).

Selain menggunakan survei daring, tim peneliti Warta Ekonomi juga menggunakan media monitoring melalui content analysis.

Berita Terkait : CNI Kenalkan Solusi Bisnis Baru Dimasa Pandemi

Media monitoring tersebut melihat berbagai sentimen positif yang muncul di media mainstream dan media sosial yang ada.

Ada puluhan perusahaan terpilih dalam ajang Best Pharmacy Brand Awards 2021: Health for All Toward Swift Economic Recovery.

Perusahaan tersebut antara lain PT Galenium Pharmasia Laboratories, PT Dexa Medica, PT Combiphar, PT Bayer Indonesia dan lain sebagainya.[JAR]