Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gandeng SHS

Pusri Palembang Pasarkan Benih

Jumat, 25 Juni 2021 07:16 WIB
Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh (dari kanan) menandantangani MoU bersama Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Karyawan Gunarso. (Foto : istimewa)
Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh (dari kanan) menandantangani MoU bersama Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Karyawan Gunarso. (Foto : istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Potensi ekonomi digital Indonesia saat ini cukup besar dan terus meningkat. Agar potensi ini bisa lebih berkembang, Pemerintah berencana menjalin kerja sama dengan Bank Dunia terkait pelatihan literasi digital.

Pelatihan ini untuk menam­bah keahlian digital, khususnya meningkatkan adopsi teknologi digital untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Banyak orang Indonesia yang memiliki minimal dua smartphone, khususnya generasi muda. Mereka menggunakan itu untuk belajar, belanja, dan sebagainya,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, kemarin.

Diterangkan Ketua Umum Partai Golkar tersebut, nilai ekonomi digital Indonesia telah meningkat 11 persen ke 44 miliar miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2020, dari sebelum­nya yang hanya 40 miliar dolar AS pada 2019.

Berita Terkait : Lagi, Garuda Putri Jalani TC Di Jakarta

Pemerintah juga memproyek­sikan nilai ekonomi digital Indo­nesia akan mencapai 124 miliar dolar AS pada 2025.

Terkait sinergi ini, Menko Airlangga menerangkan, pihaknya telah menggelar pertemuan secara virtual dengan World Bank Regional Vice President for East Asia and the Pacific (EAP), Victoria Kwakwa, pada Rabu (23/06). Salah satu yang menjadi pembahasan utama adalah tentang digitalisasi.

Dalam kolaborasi ini, kedua pihak juga saling berbagi informasi tentang best paractices dalam menciptakan talenta digital dengan negara-negara anggota Bank Dunia lainnya.

Potensi kerja sama lain juga dalam bentuk asistensi teknis untuk membangun kerangka kebijakan yang bagus, dalam rangka menguatkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Serta, program capacity build­ing untuk mendukung program talenta digital yang sudah ada di Indonesia.

Berita Terkait : Gandeng MUI, BSI Fasilitasi Produk dan Layanan Perbankan Syariah

“Kemudian, dibahas juga tentang Indonesia Financial Sector Strengthening Program (IFSSP) Phase III, yang terdiri atas tiga pilar, yakni stabilitas keuangan, inklusi keuangan, dan respon pertama yang fleksibel,” terang Airlangga.

Airlangga menyebut, program kerja sama dengan Bank Dunia ini sekaligus untuk mendukung tujuan pertumbuhan ekonomi jangka menengah.

“Selain itu, juga untuk menurunkan tingkat kemiskinan melalui pengembangan sektor keuangan yang sehat, efisien, dan inklusif,” ujarnya.

Sementara, Victoria Kwakwa mengatakan, pihaknya menghargai kerja sama yang sudah terjalin selama ini.

Berita Terkait : MPR Gandeng ESQ dan UT Kembangkan Modul 4 Pilar

Dia mengapresiasi posisi Indonesia yang sedang berada pada tranformasi ekonomi untuk mencapai pendapatan tinggi.

“Kami mendukung semua program transformasi (yang sedang digulirkan) Indonesia. Dengan pengalaman kami, dapat membantu mempercepat implementasi program-program tersebut,” ungkap Victoria.

Untuk diketahui, kerja sama antara Indonesia dan World Bank telah berjalan selama enam dekade (sejak 15 April 1954) dan menjadi salah satu yang paling signifikan dalam hal pembiayaan, layanan pengetahuan, dan dukungan implementasi. [NOV]