Dark/Light Mode

Naik 18 Persen, Laba BCA Semester I Capai Rp 14,5 T

Kamis, 22 Juli 2021 20:45 WIB
Teller Bank BCA. (Foto: ist)
Teller Bank BCA. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang semester I-2021, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil mencatat pertumbuhan kinerja. 

BCA mencatat pendapatan operasional sebesar Rp 38,5 triliun atau naik 2,4 persen dari tahun lalu. Sementara laba bersih tumbuh 18,1 persen menjadi Rp 14,5 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, hingga Juni, beberapa sektor ekonomi mulai bertumbuh. BCA juga mencatat adanya peningkatan permintaan atas KPR selama pelaksanaan BCA Online Expoversary yang diselenggarakan pada Maret 2021. 

"Ke depan, kami akan mencermati dinamika situasi, khususnya selama periode Kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah sebagai respon pengendalian lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini,” ujarnya dalam paparan kinera Juni 2021 secara virtual, Kamis (22/7).

Jahja merinci, pertumbuhan kredit utamanya ditopang oleh segmen korporasi dan KPR yang naik masing-masing 2,1 persen dan 3,8 persen secara year to date (ytd). Sementara itu, kredit komersial dan UKM mulai membaik pada triwulan II-2021 dibandingkan triwulan I-2021. 

Baca Juga : Ekonom Senior Christianto Wibisono Meninggal Dunia

Dari sisi pendanaan, current account and savings account (CASA) tumbuh 8,3 persen ytd. Sejalan dengan peningkatan nilai transaksi, basis nasabah yang semakin besar, serta penguatan dan perluasan ekosistem pelayanan bersama para mitra bisnis bank.   

BCA juga membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih sebesar 3,8 persen yoy menjadi Rp 28,3 triliun pada semester I-2021. Di sisi lain, pendapatan non-bunga menurun tipis 1,2 persen yoy menjadi Rp10,2 triliun. 

"Penurunan ini sebagai dampak dari one-off gain dari penjualan portofolio reksa dana yang dibukukan tahun lalu, namun sebagian besar dapat diimbangi oleh kenaikan pendapatan fee dan komisi," ujar Jahja. 

Pendapatan fee dan komisi naik 7,5 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan level pra-pandemi, terutama ditopang oleh pulihnya pendapatan fee dari perbankan transaksi seiring dengan peningkatan jumlah nasabah dan volume transaksi. 

Secara tahunan, total kredit stabil di angka Rp 593,6 triliun pada Juni 2021. Hal ini didukung oleh segmen korporasi, KPR, dan kartu kredit. Kredit korporasi naik 1 persen yoy menjadi Rp 260,4 triliun pada Juni 2021. 

Baca Juga : Lindungi Pelaku Usaha Kecil, BP Jamsostek Gandeng Kemenkop UKM

Di periode yang sama, KPR juga meningkat 2,9 persen menjadi Rp 93,6 triliun sebagai hasil dari pelaksanaan BCA Online Expoversary pada Maret 2021. Di mana sebagian besar kredit tersebut dibukukan pada triwulan kedua tahun ini. 

Saldo outstanding kartu kredit juga berhasil mencatatkan rebound, naik 4,5 persen yoy menjadi Rp 14 triliun. Kredit komersial dan UKM terkoreksi 1 persen yoy menjadi Rp 182,8 triliun, dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas bisnis. Sementara itu, KKB turun 13,4 persen yoy menjadi Rp 36,8 triliun. 

Kinerja dana pihak ketiga tetap kokoh, dimana CASA naik 21 persen yoy menjadi Rp 697,1 triliun. Deposito berjangka meningkat 6,8 persen yoy mencapai Rp 198,2 triliun. 

Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 17,5 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 895,2 triliun, sehingga mendorong total aset naik 15,8 persen yoy menjadi Rp 1.129,5 triliun di akhir Juni 2021. 

Permodalan BCA tetap berada di posisi yang kokoh dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 25,3 persen, lebih tinggi dari ketentuan regulator, serta kondisi likuiditas yang memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 62,4 persen. 

Baca Juga : Indonesia Power Gelar Vaksinasi Keluarga Pegawai Di PLTU Suralaya

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga sebesar 2,4 persen didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi. Pengelolaan loan at risk akan menjadi salah satu fokus BCA pada semester II tahun ini, mengingat pandemi yang diperkirakan masih akan berlanjut. 

Jahja mengatakan, BCA telah melakukan sejumlah inisiatif, salah satunya termasuk peluncuran tahap awal myBCA, yang disiapkan menjadi aplikasi pelayanan terintegrasi BCA di masa depan (future apps). 

Bank Digital BCA, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh BCA, juga baru saja meluncurkan aplikasi digital yang bernama 'blu', dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada segmen milenial dan digital savvy, serta menjawab tantangan kompetisi digitalisasi di segmen pasar generasi muda yang kini mendominasi demografi penduduk di Indonesia. [DWI]