Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kantongi Rp 21,9 T Dari IPO, Bukalapak Cetak Rekor Di Pasar Modal
Senin, 9 Agustus 2021 09:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak) mengantongi dana dari aksi Initial public offering (IPO) sekitar Rp 21,9 triliun. Jumlah ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.
Direktur Utama Bukalapak, Rachmat Kaimuddin mengatakan, pihaknya resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan ini merupakan pencatatan perdana saham pertama oleh unicorn teknologi di bursa efek di Asia Tenggara.
"Melalui IPO ini, kami percaya bahwa Bukalapak dapat mendorong pertumbuhan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) ke tingkatan selanjutnya," ujarnya seperti ditulis Senin (9/8).
Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja Bukalapak dan anak-anak usahanya guna melakukan investasi di beragam produk dan layanan. Sehingga, bisa meningkatkan kinerja, profitabilitas, serta keberlangsungan perusahaan.
Baca juga : Sumbangan Rp 2 Triliun Diduga Hoaks, Anak Akidi Tio Dijemput Petugas Polda Sumsel
Ia menuturkan, meski IPO dilakukan di tengah berlangsungnya pandemi Covid-19, minat masyarakat atau investor terhadap saham Bukalapak tetap tinggi.
Hal ini mencerminkan kepercayaan terhadap
Bukalapak, perusahaan yang berfokus kepada pemberdayaan UMKM yang merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia serta kunci potensi ekonomi negara kita.
Adapun, sesuai ketentuan dalam penawaran umum perdana saham, pihaknya menawarkan 25.765.504.800 lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp 850 setiap sahamnya.
Baca juga : BTN Kinclong Di Era Pandemi
Sebelum menggelar IPO, perusahaan berkode “BUKA” ini telah menyelesaikan proses penawaran awal (bookbuilding) dan roadshow pada 9-19 Juli 2021 serta penawaran umum mulai 27-30 Juli 2021.
Sebagai hasil dari antusiasme yang besar dari para investor umum, tercatat jumlah pemesanan yang tinggi (melalui metode pooling allotment) mencapai sekitar Rp 4,8 triliun.
Karenanya, pihaknya telah menambah porsi pooling allotment bagi investor retail dari semula 2,5 persen ke 5 lima dari total pemesanan yang tersedia. "Nilai dari saham yang dialokasikan untuk porsi pooling allotment bagi investor retail naik dari yang sebelumnya Rp 547,5 miliar menjadi sekitar Rp 1,1 triliun," akunya.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Silva Halim menerangkan,
Baca juga : Kasus Corona Terus Cetak Rekor, Rupiah Makin Babak Belur
proses IPO ini diterima dengan amat baik oleh para investor domestik dan internasional.
"Tercatat, penawaran saham Bukalapak (melalui metode pooling) mengalami kelebihan permintaan sekitar 8,7 kali lipat, dengan pemesanan dari hampir 100.000 investor," katanya yang bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Managing Underwriters) dalam IPO Bukalapak.
Head of Global Banking for Southeast Asia and India, UBS, Nicolo Magni menilai, adanya dukungan yang sangat besar dari blue-chip global dan investor regional dan domestik adalah bukti dari peran Bukalapak dalam mengantarkan UMKM ke era digital baru.
"IPO ini juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi Asia Tenggara dapat mencapai valuasi premium untuk bertumbuh dengan permintaan yang signifikan," tandasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya