Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Dorong Koperasi Dan UMKM Masuk Rantai Pasok Global

Senin, 6 September 2021 13:26 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenkop UKM dengan Kemenperin dan Kementerian BUMN terkait kemitraan koperasi, UMKM, dan IKM dalam rantai pasok BUMN, Jumat (3/9). (Foto: Humas Kemenperin)
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenkop UKM dengan Kemenperin dan Kementerian BUMN terkait kemitraan koperasi, UMKM, dan IKM dalam rantai pasok BUMN, Jumat (3/9). (Foto: Humas Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen bersinergi menghubungkan pelaku koperasi; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); dan industri kecil dan menengah (IKM) untuk terhubung ke dalam rantai pasok global (global value chain). Hal ini bertujuan mendorong peningkatan ekspor dan penguatan substitusi impor.

Kemitraan koperasi, UMKM, dan IKM terhubung dalam rantai nilai global masih rendah. Begitu juga dengan keterlibatan UMKM pada rantai pasok, hanya mencapai 6,3 persen dalam rantai nilai global. Untuk itu, Pemerintah terus menggali potensi-potensi pengembangan kemitraan antara koperasi, UMKM, dan IKM dengan BUMN maupun swasta.

Menkop Teten Masduki menyampaikan, salah satu upayanya ialah sinergi antara Kemenkop UKM dengan Kemenperin dan Kementerian BUMN untuk mendorong masuknya koperasi, UMKM, dan IKM dalam rantai pasok BUMN. “Implementasi kegiatan ini sebagai percontohan kemitraan koperasi, UMKM, dan IKM dengan enam BUMN, yakni PT Pertamina, PT PLN, PT Kimia Farma, PT Krakatau Steel, Perum Perhutani, dan RNI (Persero),” kata Teten, seperti dikutip setkab.go.id, Senin (6/9).

Teten menilai, sinergi ini sangat penting. Sinergi ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong, koperasi, UMKM dan IKM sebagai kekuatan ketahanan ekonomi, dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkualitas dengan sasaran utama peningkatan nilai tambah, daya saing, investasi, ekspor, substitusi impor, dan perluasan lapangan kerja melalui penguatan koperasi, UMKM, dan kewirausahaan.

“Lebih dari 64 juta pelaku UMKM berkontribusi sebesar 97 persen pada lapangan kerja dan menyumbang sebesar 60 persen terhadap PDB (Pendapatan Domestik Bruto) nasional. Untuk ekspor nasional, UMKM baru mencapai 14 persen, sedangkan usaha besar, yang jumlahnya hanya 0,01 persen, mampu memberikan kontribusi hingga 86 persen," terangnya.

Angka tersebut, kata Teten, menunjukkan peran UMKM cukup signifikan dalam perekonomian nasional. Sayangnya, masih rendah dari sisi ekspor. "Untuk itu, melalui sinergi ini diharapkan dapat memperkuat UMKM kita, sehingga dapat terhubung ke dalam global value chain,” tegasnya.
 Selanjutnya