Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catat! Mikroplastik Terdapat Pada Semua Air Minum Kemasan
Senin, 27 September 2021 17:45 WIB
Sebelumnya
WHO sendiri, menurut Agustino, telah menetapkan ambang batas berbahaya paparan mikroplastik, yakni 20 miligram per liter. Jika kita melihat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa air minum kemasan dalam galon sekali pakai paling banyak mengandung 9,45 miligram per liter, maka kandungan kontaminan tersebut masih di bawah ambang batas berbahaya yang disampaikan WHO.
Dari pengujian yang dilakukan oleh Laboratorium Kimia Anorganik Universitas Indonesia, diketahui tidak ada air minum dalam kemasan yang sama sekali terbebas dari partikel mikroplastik. Artinya, mikroplastik adalah kontaminan yang mau tidak mau ada dalam air minum yang dikemas dalam wadah berbahan plastik.
Baca juga : Tahapan Pemilu Dan Pilkada Lambat, Bisa Bikin Kacau
Bahkan, pengujian itu juga mengungkap bahwa sumber air di alam (Situ Gunung, Puncak, dan Sentul) tetap mengandung kontaminan mikroplastik meskipun dalam jumlah yang lebih kecil, yakni 32,5 juta partikel mikroplastik per liter dengan ukuran rata-rata antara 19,7 mikrometer hingga 2.106 mikrometer. Agustino mengatakan, kita tidak bisa terhindar dari meminum air yang ada mikroplastiknya.
Jika mau terhindari dari mikroplastik, menurut Agustino, harus berepot-repot menyuling air dan kemudian menempatkan air hasil sulingan itu di wadah yang tidak terbuat dari plastik. Sebab, meskipun kemasan plastik terlihat rigit, plastik dalam ukuran mikroskopik adalah untaian-untaian polimer yang karena pergeseran dan panas bisa runtuh dan kemudian berada di dalam air itu sendiri.
Baca juga : Memahami Nilai Pancasila Semudah Mendengarkan Musik
Kemudian ada beberapa hal yang hilang dalam pemberitaan berbagai media terkait isu mikroplastik dalam air minum dalam kemasan. Pertama, belum ada pengujian atau penelitian tentang dampak air minum dalam galon isi ulang. Fakta ini diakui Agustino.
Meskipun demikian, dia memperkirakan galon isi ulang berpotensi mengandung kontaminan mikroplastik yang lebih banyak daripada wadah sekali pakai. Ini karena galon isi ulang mengalami penggunaan berulang-ulang, sehingga proses peluruhan plastiknya lebih banyak.
Baca juga : 6 Orang, Termasuk Bupati Kolaka Timur, Digiring Ke Jakarta
Jadi, isu mikroplastik tidak semata-mata terkait dengan kemasan galon sekali pakai yang kebetulan bahannya sama dengan kemasan botol. Tapi, ini terkait dengan seluruh air minum yang dikemas dalam wadah berbahan plastik. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya