Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lewat Program Makmur

Pupuk Indonesia Kerek Penghasilan Petani Sumbar

Jumat, 8 Oktober 2021 20:31 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Ilustrasi (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan penghasilan petani jagung di Desa Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Program Makmur. Hal ini disambut positif Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, karena melalui program tersebut produktivitas hasil tanam petani ikut meningkat.

Ia pun mengajak petani yang berada di Kabupaten Pasaman, Sumbar untuk bergabung dalam program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) yang telah diluncurkan pada Agustus 2021.

"Ini program dari Kementerian BUMN dan Pupuk Indonesia untuk mensejahterakan petani. Di mana ada jaminan asuransi, ada jaminan ketersediaan pupuk, dan sebagainya," kata Arya saat berdialog dengan petani di Sumatera Barat, Kamis (7/10).

Arya mengatakan, melalui program Makmur ini pemerintah memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas hingga penghasilan petani.

Menurutnya, ekosistem di sini menghubungkan petani dengan pihak project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, pemerintah daerah, agro input, ketersediaan pupuk non subsidi, dan offtaker.

"Di Sumatera Barat ini, kita lihat potensi tanaman jagungnya besar dan kawan-kawan Pupuk Indonesia sudah memiliki potensi sampai 3.000 hektar dan kita berharap ini bisa terlaksanakan," kata Arya.

Di kesempatan yang sama, Senior Vice Presiden (SVP) Transformasi Bisnis Pupuk Iskandar Muda (PIM) M. Yusra menilai, program Makmur memberikan manfaat nyata bagi para petani di Sumatera Barat. Pasalnya, produktivitas petani jagung meningkat drastis dari yang sebelumnya hanya sekitar 6 ton per hektar (ha), bahkan ada yang sama sekali tidak berbuah.

"Makanya, kita ingin tingkatkan, yang sudah ikut program Makmur nampak satu pohon itu tiga tongkol, sebelumnya ada yang tidak berbuah dan menjadi malas tanam. Setelah ikut program bisa dua tongkol sudah berhasil," ungkapnya.

Melihat peningkatan produktivitas tersebut, Yusra dan timnya akan terus memperluas pelaksanaan program Makmur di wilayah Sumatera Barat. Apalagi, warga sangat antusias untuk budidaya jagung dan akhirnya saat ini sudah berduyun-duyun mendaftarkan diri pada program Makmur.

"Potensinya 6.600 hektar di Tigo Nagari. Produktivitas mereka selama ini enam ton per hektar, itu maksimum," tambahnya.

Ia menjelaskan, Pupuk Indonesia selaku induk perusahaan menugaskan PIM menjadi project leader program Makmur di Provinsi Sumatera Barat. Di mana, program ini telah diimplementasikan di atas lahan seluas 90 hektar yang tersebar ke beberapa wilayah di Sumatera Barat. Adapun, petani yang tergabung berjumlah 178 orang.

"Program Makmur akan kembali dilaksanakan di lahan seluas 20 hektar di Desa Malampah dengan komoditas yang ditanam adalah jagung," sebutnya.

Adapun, rincian luas lahan program Makmur tersebar di desa Malampah, Kecamatan Tigo Nagari seluas 22 hektar. Desa Kota Baru, Kecamatan Kubung seluas 36 hektar, komoditasnya padi. Selanjutnya, di desa Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas seluas 20 hektar. Terakhir, di desa Ranah Batahan, Kecamatan Sidomulyo yaitu seluas 12 hektar. Sedangkan komoditas di dua desa ini adalah padi.

Selain itu, program Makmur di Sumatera Barat juga nantinya akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo. "Kedua perusahaan pelat merah ini berkomitmen dalam sektor permodalan dalam hal ini kredit usaha rakyat (KUR) dan jaminan asuransi pertanian," imbuhnya.

Yusra juga mengapresiasi kinerja tenaga ahli pengawasan program Makmur Pupuk Iskandar Muda di Kecamatan Tigo Nagari, yaitu Roy Amanda, yang merupakan putra asli Desa Melampah karena berhasil membuat petani jagung ikut program Makmur.

Di mana, sarjana Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Andalas ini mendampingi para petani dari awal tanam hingga panen. Sementara itu, Satria, salah satu petani jagung sekaligus Ketua Kelompok Tani Maju Bersama Syariah mengatakan, produktivitas jagung yang ditanamnya mengalami peningkatan menjadi sekitar sembilan ton per hektar setelah bergabung pada program Makmur.

Padahal, sebelum bergabung program Makmur, produktivitas komoditas jagung yang ditanamnya hanya sekitar enam ton per hektar. Dia pun berharap, peningkatan produktivitas komoditas jagung ini menjadi daya tarik bagi petani lainnya untuk bergabung pada program Makmur.

"Kami bersyukur atas program pemerintah, berupa program Makmur. Sebelum kami bergabung, hasilnya jauh di bawah standar, tapi setelah mengikuti program Makmur kami telah panen dua kali dan panen kami meningkat per hektar sembilan sampai 10 ton," pungkasnya. [IMA]

Berita Terkait : KPK Puji Ketegasan PSI Pecat Viani Limardi