Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Pada baju balap MotoGP buatan Alpinestars terdapat enam bagian pelindung yakni dua di lengan, dua di kaki, satu di dada, dan satu di punggung. Bahannya terbuat dari plastik thermo khusus. Selain antiapi, seluruh bagian dari baju balap MotoGP disematkan fitur keamanan kantong udara (airbag) dengan sensor canggih.
Melalui sensor ini, airbag akan mengembang secara otomatis, bahkan sebelum pebalap terjatuh menyentuh aspal atau ketika bertabrakan dengan pebalap lain.
Punuk baju balap berisi hydrobag atau cadangan air yang memiliki sistem ke helm pebalap dan membuat mereka dapat menghirup minuman memakai selang sedotan.
Baca juga : Berikan Akses Keuangan, Disablitas Mampu Berdaya dan Mandiri
Kalau dilihat dari dekat, baju balap terlihat bolong-bolong di bagian depan dan belakang. Ini dimaksudkan supaya si joki kuda besi tetap merasa nyaman saat balapan.
Meski belum secanggih Dainese dan Alpinestar, di Indonesia ada juga beberapa produsen baju balap dan telah menembus pasar internasional. Mereka bahkan sudah mengantongi lisensi khusus untuk kelayakan balap sesuai peraturan FIM.
Pada 2016, ada satu merek baju balap buatan Indonesia singgah di tubuh pebalap, yakni di kelas Moto2. Saat itu, tim Gresini Racing Moto2 memakai baju balap produksi Respiro yang dikenal sebagai pembuat jas hujan. Ini adalah produk asal Kota Bandung.
Baca juga : BPS: Kepatuhan Jaga Jarak Di Luar Jawa-Bali Masih Rendah
Tak hanya untuk baju balap, Respiro juga menyiapkan seragam untuk seluruh anggota tim. Selain itu, masih ada nama AHRS atau Asep Hendro Racing Sport yang bermarkas di Kota Depok. Digawangi mantan pebalap nasional Asep Hendro, ia mampu memproduksi baju balap buatan lokal berkualitas baik dengan harga lebih terjangkau dibandingkan produk impor.
“Produk buatan pabrik kami mampu bersaing dengan produk sejenis buatan asing,” ujar Asep.
Baju balap buatan Depok ini sudah menembus pasar ekspor seperti ke Thailand, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, dan Australia. Ada juga merek Extride dan Ardians yang dipunyai mantan pebalap nasional Irwan Ardiansyah dan ia selalu memanfaatkan setiap ajang balap di tanah air untuk turut mengetes produk buatan pabrikannya.[MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya