Dark/Light Mode

Perjalanan Produk Puresia Menuju 100 persen Ramah Lingkungan

Jumat, 13 September 2024 20:54 WIB
Foto Ist
Foto Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - PURESIA menggelar acara talk show bertajuk “Holistic Harmony: Embrace Wellness and Sustainability with PURESIA.” Acara ini sekaligus memperkenalkan Puresia kepada publik sebagai salah satu brand lokal yang berkomitmen menjadi bagian dari gerakan lingkungan untuk membantu melindungi Bumi dari polusi plastik.

Untuk mewujudkan hal tersebut salah satunya dengan menghadirkan rangkaian produk perawatan tubuh yang menggunakan bahan-bahan alami, sudah melalui uji dermatologi, dan pastinya sudah bersertifikat vegan melalui Lab Biorius dari Eropa demi memastikan produk-produk tidak hanya baik untuk lingkungan tapi juga untuk semua jenis kulit termasuk kulit sensitif, dengan rangkaian produk berupa body lotion, body wash, soap bar, hand wash, shampoo, conditioner, body butter, body scrub, massage oil, dan body mist dengan tiga aroma pilihan yaitu Jasmine & Ylang Ylang, Vanilla & Mint, dan Coconut & Lime.

Dalam acara talk show mengundang Benedict Wermter (@bule_sampah), yang aktif mengedukasi pengikutnya di media sosial untuk lebih sadar akan kebersihan lingkungan, dengan menggaungkan slogan “Support Our Planet Earth” dan mengajak @bule_sampah untuk ikut mengedukasi masyarakat luas akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan bertanggung jawab terhadap sampah-sampah plastik yang kita gunakan.

Baca juga : Gaet Lenna, Zahir Luncurkan Produk AI Untuk Bantu Perusahaan Kembangkan Bisnis

“Yang paling penting dari proses melindungi Bumi dari polusi plastik itu sebenarnya bukan bagaimana kita rutin bersih-bersih saja. Tapi harus dari akarnya dulu yaitu edukasi tentang pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan bagaimana setiap individu harus bertanggung jawab terhadap sampah plastik yang mereka pakai. Karena justru hal sederhana ini yang masih kurang teredukasi kepada orang-orang Indonesia,” ujar @bule_sampah.

Chief Executive Officer, Raeleen Tedjadinata mengatakan, salah satu langkah PURESIA untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai adalah dengan menggunakan kemasan daur ulang di seluruh kemasan produk dan mengutamakan kemasan yang dapat digunakan kembali atau upcycling. Tak hanya pada kemasan produk saja, perhatian kami terhadap kemasan daur ulang ini juga kami terapkan pada kemasan pengiriman ke pelanggan. Tentunya sampah yang terkumpul dari paket-paket yang terkirim menjadi kekhawatiran yang harus kami perhatikan.

Untuk itu, lanjut Raeleen, kami bekerja sama dengan Mattera Solutions sebagai produsen kemasan pengiriman yang ramah lingkungan. Bahan yang kami gunakan terbuat dari bahan daur ulang dan sama sekali tidak menggunakan plastik. Atribut lain seperti bubble wrap kami ganti menjadi honey comb yang mudah terurai dan dapat didaur ulang.

Baca juga : Pesan Prof Nasaruddin: Sambut Paus Dengan Keramahan

“Yang sebenarnya berbahaya adalah ketika masyarakat menganggap isu limbah kemasan sebagai masalah kecil, padahal isu lingkungan dari kemasan produk seperti limbah dan jejak karbon bisa berkembang menjadi ancaman besar jika tidak segera ditangani. Mattera tentu mendukung brand seperti Puresia yang mendukung penuh gerakan untuk mengurangi dampak lingkungan sejak dini. Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten, kami yakin bahwa bersama-sama kita dapat mencegah masalah ini semakin membesar dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” ucap Raeleen Tedjadinata dalam keterangan tertulisnya pada media, Jumat (13/9).

Sedangkan untuk menanggulangi kemasan kosong, PURESIA menjalin kerja sama dengan Waste4Change untuk mendaur ulang sampah plastik. Sekarang ini kami telah memberikan 360 kg kemasan plastik untuk didaur ulang kepada Waste4Change sebagai wujud komitmen kami dalam mengatasi sampah plastik. “PURESIA akan terus menjadi produk lokal vegan terdepan yang berfokus pada tanggung jawab lingkungan selagi memberikan produk dengan kualitas terbaik yang bisa dipakai semua orang,” ungkap Founder PURESIA, Bruno Hasson.

Tanggung jawab PURESIA tak hanya tentang sustainability saja. Menengok kembali pada tajuk acara talk show kami yaitu “Holistic Harmony: Embrace Wellness and Sustainability”, wellness atau kesehatan juga menjadi perhatian kami dalam mengembangkan produk. "Kami sadar banyak produk kecantikan maupun perawatan tubuh non-vegan yang memiliki efek kurang baik terhadap kulit, terutama kulit sensitif. Sedangkan produk vegan atau produk dengan bahan-bahan alami lebih cocok dan amanuntuk semua jenis kulit. Hal ini juga menjadi salah satu alasan kenapa PURESIA memilih untuk menjadi produk vegan yang tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti SLS, paraben, silikon, dan lain-lain" jelas Bruno.

Baca juga : Liput Perjalanan Paus, 3 Wartawan Indonesia Terbang Ke Vatikan

"Ke depannya, PURESIA akan terus aktif mengangkat program-program yang sejalan dengan komitmen kami dalam hal sustainability dan mengembangkan produk-produk vegan yang baik untuk lingkungan serta tubuh kita", tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.