Dark/Light Mode

Luhut Puji Inovasi Semen Hijau SIG: Ramah Lingkungan Dan Rendah Emisi Karbon

Kamis, 15 Agustus 2024 19:22 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai inisiatif dekarbonisasi melalui inovasi semen hijau berkonstribusi positif dalam mencapai target Net Zero Emission yang dicanangkan pemerintah. Foto: Irma Yulia/RM
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai inisiatif dekarbonisasi melalui inovasi semen hijau berkonstribusi positif dalam mencapai target Net Zero Emission yang dicanangkan pemerintah. Foto: Irma Yulia/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam menghadirkan semen hijau. Yaitu semen yang dihasilkan dari proses produksi yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi karbon.

Menurutnya, produk ini menjadi tonggak baru dalam industri konstruksi Tanah Air, khususnya dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digadang-gadang sebagai kota berkelanjutan pertama di Indonesia.

"Peran mewujudkan pembangunan berkelanjutan harus dilakukan semua kalangan, termasuk pelaku industri," kata Luhut, Kamis (15/8).

Baca juga : Libatkan Generasi Muda, YEC Suarakan Pentingnya EBT dan Kurangi Emisi Karbon

Luhut menilai, pemilihan material bangunan yang tepat, seperti semen hijau, menjadi kunci dalam mewujudkan desain kota berkelanjutan. 

"Kita punya perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri bahan bangunan dan memiliki semen hijau atau semen ramah lingkungan, seperti apa yang telah dilakukan oleh SIG. Ini langkah cerdas yang akan mengubah industri konstruksi dan Indonesia," bebernya.

Proyek pembangunan IKN menjadi pilot project dalam penerapan konsep pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengan menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan seperti semen hijau, diharapkan IKN dapat menjadi contoh bagi kota-kota lainnya di Indonesia.

Baca juga : Prabowo Kasih Lampu Hijau Kerja Sama Nuklir Dengan Rusia

"Karena ini akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk juga mulai membangun secara berkelanjutan dan mempercepat target nol emisi Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan bahwa inisiatif dekarbonisasi yang dilakukan SIG merupakan wujud nyata kepemimpinan perusahaan dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission yang dicanangkan pemerintah.

Hal ini dibuktikan dengan berbagai inisiatif lingkungan yang telah dilakukan perusahaan, salah satunya adalah pembangunan fasilitas pengelolaan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif (RDF) di Cilacap, Jawa Tengah.

Baca juga : 5 Inovasi Kemenag Buahkan Kesuksesan Haji 2024

"SIG memperoleh bahan bakar alternatif yang lebih rendah karbon untuk substitusi batu bara," tandas Luhut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.