Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Unicharm Gandeng Walikota Jakarta Selatan Berikan Edukasi Kesetaraan Gender
Kamis, 19 Desember 2024 22:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, produsen popok bayi, pembalut wanita, popok dewasa dan produk pet care PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) bersama Walikota Jakarta Selatan memberikan edukasi kesetaraan gender dengan tema “Empowering Women, Towards Gender Equality” kepada sekitar 100 ibu di Jakarta (4/12) lalu. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Walikota Jakarta Selatan H. Munjirin, Ayoe Sutomo Psikolog dan Meinita Fitriana Sari, Psikolog dari UPT Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta sebagai narasumber.
Psikolog dari UPT Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta, Meinita Fitriana Sari mengatakan, Kesetaraan gender adalah hak asasi manusia yang mendasar bagi semua warga Negara, tanpa memandang usia, Agama, atau ras. Kesetaraan gender harus diwujudkan di semua aspek, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga kesehatan, pendidikan, dan perlindungan terhadap perempuan dan laki-laki.
"Untuk mewujudkan masyarakat tanpa diskriminasi gender memerlukan waktu dan upaya yang besar. Untuk menghapus diskriminasi berbasis gender di dalam masyarakat, bisa dimulai dari dalam keluarga dulu. Misalnya, suami istri harus menjalin komunikasi yang baik, dan memberikan kesempatan tidak hanya kepada suami, tetapi juga hak kepada istri untuk memberikan pendapat dan menentukan pilihan. Hal ini sangat penting untuk menghapus diskriminasi berbasis gender" ungkapnya.
Baca juga : Puisi Esai Miliki Potensi Besar Diadaptasi Ke Teater Dan Film
Lebih lanjut, Ayoe Sutomo M. Psi. Psikolog yang menjadi salah satu narasumber pada acara tersebut menuturkan, ”Diskriminasi berbasis gender dapat terjadi pada siapa saja di lingkungan sosial, mulai dari lingkungan kerja hingga lingkungan terkecil yaitu keluarga. Contoh diskriminasi yang umum terjadi adalah, misalnya masih adanya budaya patriarki dimana laki-laki mempunyai kekuasaan lebih dibanding perempuan, kesenjangan pendidikan dan perlindungan hukum antara laki-laki dan perempuan, hingga tidak seimbangnya pembagian tugas dan kekerasan dalam rumah tangga.
Oleh karena itu, lanjut Ayoe, untuk menghindari diskriminasi gender, penting bagi setiap perempuan untuk memiliki mindset perempuan mampu untuk berdaya. Hal tersebut dapat diawali dengan mulai mencari dan melihat sekecil apapun potensi diri yang dimiliki oleh perempuan, dimulai dari keterampilan sederhana dalam keseharian, yang jika diasah dengan baik dan serius bisa saja menjadi sesuatu yang bernilai. Mendukung hal diatas, perempuan dirasa perlu untuk memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan baik pribadi maupun rumah tangga. Hal diatas diharapkan dapat memperkecil kerentanan perempuan terhadap disktiminasi dan kekerasan. Terkait dengan kekerasan domestik, perempuan juga perlu mendapatkan perasaan aman untuk berani menyampaikan / melapor jika merasa khawatir mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
" Perasaan aman dapat hadir salah satunya dari dukungan keluarga atau orang terdekat yang dapat dipercaya. Mintalah bantuan dari teman dan kerabat, tidak perlu ditutup-tutupi, dan segera laporkan dan konsultasikan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Untuk memutus mata rantai diskriminasi dan kekerasan domestik, penting bagi perempuan yang sudah memiliki anak untuk mengusahakan pendidikan terbaik serta memberikan penanaman nilai yang tepat terkait kesetaraan gender kepada anak agar mereka dapat menjadi perempuan yang berdaya untuk dapat berkontribusi lebih banyak dalam memberdayakan generasi selanjutnya” ujar Ayoe.
Baca juga : Kementan Gandeng Satgas Pangan Polri Awasi Penyerapan Susu Segar
Sales Director sebagai perwakilan dari Unicharm Sri Haryani Sales mengatakan, "Perusahaan kami mempunyai visi untuk menjadi perusahaan No. 1 yang selalu dicintai oleh seluruh wanita di Indonesia. Selain itu, kami juga memiliki misi untuk mewujudkan masyarakat simbiosis = social inclusion, yaitu masyarakat sejahtera dimana masyarakat di seluruh dunia dapat hidup dengan setara dan bebas dari ketidaknyamanan, saling menghormati individualitas, saling merangkul dengan kebaikan, saling mendukung, dan terhubung satu sama lain. Lingkungan dimana manusia dapat hidup berdampingan dengan alam dan hewan peliharaan. Hingga saat ini kami telah melakukan berbagai kegiatan Perusahaan baik di dalam maupun luar untuk mencapai tujuan tersebut".
Sebagai contoh, Unicharm memberikan kesempatan yang sama bagi karyawan laki-laki dan perempuan untuk mengembangkan karirnya. Lebih dari 50% karyawan kami adalah perempuan. Di luar Perusahaan, Unicharm telah melakukan kegiatan untuk mempromosikan kegiatan-kegiatan yang peduli terhadap kesehatan perempuan. Dan di hari ini, dengan memberikan pendidikan kesetaraan gender kepada kurang lebih 100 ibu rumah tangga, kami berharap agar perempuan Indonesia dapat bergerak bersama mulai dari diri sendiri bersama lingkungan sekitar, sehingga dapat mendorong terciptanya kesetaraan dan keadilan gender di masyarakat.
"Ke depan, Kami akan terus menyediakan produk dan layanan yang terbaik dan pertama yang memberikan kenyamanan dan kegembiraan, guna berkontribusi pada terwujudnya masyarakat simbiosis dimana semua orang dapat terus bersinar melalui kemandirian dan gotong royong” harap Sri Haryani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya