Dark/Light Mode

Universal Eco Komit Kelola Limbah Medis Dengan Sistem yang Ramah Lingkungan

Jumat, 28 Maret 2025 22:54 WIB
Foto Dok Universal Eco
Foto Dok Universal Eco

RM.id  Rakyat Merdeka - Universal Eco, perusahaan jasa pengolah limbah ramah lingkungan, membuktikan komitmen dalam pengelolaan limbah medis dengan sistem yang ramah lingkungan. Sepanjang Tahun 2024 Universal Eco berhasil mengelola limbah medis lebih dari 5.000 ton yang berasal dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) di berbagai wilayah.

Capaian itu merupakan kontribusi Universal Eco dalam memberikan layanan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berizin, salah satunya limbah medis yang berasal dari fasyankes seperti rumah sakit, puskesmas, klinik serta laboratorium kesehatan dan farmasi.

“Melalui teknologi insinerator ramah lingkungan, sifat bahaya dari limbah medis dapat diatasi sehingga mengurangi risiko lingkungan dan penularan penyakit,” kata CEO Universal Eco, Bobby Simon dalam keterangan tertulis pada media, Jumat (28/3).

Baca juga : Buka Puasa Bareng Kadin, Gibran Ingatkan Keseimbangan Industri Dan Lingkungan

Sejak tahun 2020, Universal Eco sudah aktif melakukan pengelolaan limbah B3. Saat ini cakupan wilayah pelayanan berada hingga di 21 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan hingga Sulawesi.

“Pengelolaan limbah memegang peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Di Indonesia, meskipun tantangan dalam pengelolaan limbah medis ini masih besar, keberadaan kami, Universal Eco dapat memberikan harapan bagi perbaikan di masa depan” ujar Bobby Simon.

Indonesia masih dihadapkan pada tantangan besar dalam pengelolaan limbah medis dan farmasi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019, sekitar 290 ton limbah medis dihasilkan setiap hari dari 2.820 rumah sakit dan 9.884 puskesmas di seluruh Indonesia.

Baca juga : Bertamu Ke Kantor Ara, Gubernur Dedi Bahas Mitigasi Bencana & Rumah Panggung

Namun, proses pengelolaannya masih belum optimal, karena banyak fasyankes yang belum dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah yang memadai. Pemerintah terus menghimbau agar limbah medis dapat dikelola secara bertanggung jawab sesuai regulasi. Jika sektor fasyankes belum memiliki fasilitas pengolahan limbah sendiri, maka fasyankes diharuskan bekerja sama dengan pihak ketiga yang berizin, seperti Universal Eco.

Langkah ini tentunya dapat menciptakan keberlanjutan lingkungan karena Universal Eco berhasil mengelola limbah medis secara aman dan tepat sesuai peraturan yang berlaku dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Selain pengelolaannya yang sesuai standar, Universal Eco sendiri dilengkapi dengan pelaporan alur limbah sehingga dapat menjadi mitra strategis bagi rumah sakit, puskesmas dan fasyankes lainnya.

Di sisi lain, Universal Eco juga konsisten memberikan sosialisasi terkait pengelolaan limbah B3, khususnya limbah medis agar dapat diimplementasikan oleh para penghasil limbah. Pengelolaan limbah yang efisien memberikan dampak positif yang besar bagi kelangsungan hidup dan lingkungan. Selain itu, penerapan prosedur pengelolaan limbah yang baik mendukung fasyankes dalam mematuhi regulasi pemerintah, menghindari sanksi, serta menjaga citra institusi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.