Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Awal 2025, lndustri Asuransi Catatkan Tren Pertumbuhan yang Positif
Jumat, 6 Juni 2025 13:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Asuransi Jiwa lndonesia (AAJI) melaporkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa di awal tahun 2025. Sepanjang periode Januari hingga Maret 2025, industri asuransi jiwa mencatatkan tren pertumbuhan yang positif di tengah tantangan ekonomi nasional dan global.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menyampaikan bahwa kinerja positif ini mencerminkan ketahanan dan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa. ’Sepanjang Januari hingga Maret 2025. pendapatan premi industri meningkat 3.2% secara year on year menjadi Rp47.45 triliun. Hasil ini merupakan awalan yang baik bagi industri asuransi jiwa untuk menatap tahun 2025 dengan lebih optimis,” jelas Budi pada media, Jumat (6/6).
Baca juga : Ikuti IMW 2025, PIS Usung 3 Strategi Utama untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Kenaikan total pendapatan premi ini didorong oleh pertumbuhan premi lanjutan yang mencapai Rp20,94 triliun atau naik 8,2% secara year on year. Sementara dari sisi produk, asuransi jiwa tradisional masih mendominasi dengan proporsi 65,2% dari total premi, denpan kenaikan 15,6% menjadi Rp30,95 triliun. ”Peningkatan premi lanjutan menjadi bukti bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya memiliki perlindungan jangka panjang. Ini juga tercermin dari naiknya jumlah tertanggung perorangan.” lanjut Budi.
Hingga akhir Maret 2025, total tertanggung perorangan mencapai 21,97 juta orang (naik 11,6%), sementara tertanggung kumpulan bertambah menjadi 75,89 juta orang (naik 22,2%). Kenaikan ini didukung oleh peningkatan indeks literasi dan inklusi asuransi yang juga meningkat masing - masing 45,45% dan 28,5%.
Baca juga : Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, Sultan Bacakan Teks Pembukaan UUD 1945
Namun, Budi juga mengingatkan bahwa tekanan global tetap menjadi tantangan. ”Gejolak ekonomi global memang masih menjadi tantangan bagi industri asuransi jiwa. terutama akibat volatilitas pasar modal dan nilai tukar. meski demikian. industri tetap memiliki landasan yang kuat dan strategi jangka panjang yang adaptif. Kami yakin. dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan komitmen terhadap perlindungan nasabah. industri asuransi jiwa akan mampu menjaga stabilitas dan terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Budi.
Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Karin Zulkarnaen, menekankan bahwa industri tetap konsisten menjalankan komitmennya terhadap nasabah. Sepanjang Januari hingga Maret 2025, total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri mencapai Rp38,16 triliun kepada 3,74 juta orang. “Penurunan 11.1% dibanding tahun sebelumnya terutama berasal dari turunnya klaim partial withdrawal dan surrender yang masing-masing mencatatkan nilai Rp3.72 triliun dan 19.20 triliun. Ini juga menunjukkan adanya kestabilan yang mulai terbentuk dalam perilaku nasabah.” ujar Karin.
Baca juga : Sambut Musim Liburan Sekolah, AirAsia MOVE Bagikan Tren Perjalanan
Yang menarik, untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, klaim asuransi kesehatan mengalami penurunan sebesar 2,2%, dengan total Rp5,83 triliun. “Meskipun tercatat menurun. kami masih terus melakukan monitor perkembangan angka klaim kesehatan ke depan. Kami berharap reformasi sistem kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor dapat mengendalikan inflasi biaya kesehatan.” tambah Karin.
Lebih lanjut, Karin menyampaikan bahwa implementasi SEOJK No.7/SEOJK.05/2025 tentang Penyelenggaraan Produk Asuransi Kesehatan diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan ekosistem asuransi kesehatan yang lebih baik dengan tetap memberikan pelindungan kepada masyarakat secara optimal. Regulasi ini mulai berlaku 1 Januari 2026, dan seluruh perusahaan asuransi wajib menyesuaikan produknya paling lambat 31 Desember 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya