Dark/Light Mode

RS Premier Bintaro Gelar Operasi Ligamen Artifisial Pertama di Indonesia

Rabu, 17 Desember 2025 16:28 WIB
Foto Dok RS Premier Bintaro
Foto Dok RS Premier Bintaro

RM.id  Rakyat Merdeka - RS Premier Bintaro kembali mencatat sejarah dalam dunia kedokteran ortopedi nasional dengan menyelenggarakan penggunaan dan operasi ligamen artifisial (artificial ligament) pertama di Indonesia. Inovasi ini diperkenalkan melalui kegiatan Introductory Lecture and Live Surgery: Artificial Ligament for Knee Ligament Reconstruction.

Bertempat Krakatau Ballroom Annex 1 Building, RS Premier Bintaro., kegiatan ini menghadirkan Prof. Tao Kun dari Tenth People’s Hospital / Tongji University, Shanghai China, pakar internasional di bidang rekonstruksi ligamen, bersama dr. Sapto Adji Hardjosworo, Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan Cedera Olahraga RS Premier Bintaro. Prosedur dilakukan dalam format live surgery, sekaligus menjadi implementasi klinis perdana artificial ligament pada rekonstruksi ligamen lutut di Indonesia.

Penggunaan artificial ligament merupakan terobosan terbaru dalam penanganan cedera ligamen lutut, khususnya bagi pasien dengan kebutuhan stabilitas sendi yang optimal dan proses pemulihan yang lebih cepat. Berbeda dengan metode konvensional, teknologi ini menawarkan pendekatan modern yang diharapkan dapat meningkatkan hasil fungsional pasien serta mempercepat proses rehabilitasi.

Baca juga : Telkomsel Dan ITB Resmikan AI Innovation Hub Pertama Di Indonesia

Manajemen RS Premier Bintaro menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan operasi ligamen artifisial pertama di Indonesia ini menegaskan peran RS Premier Bintaro sebagai pelopor inovasi medis dan rumah sakit rujukan nasional dalam layanan ortopedi dan traumatologi. RS Premier Bintaro berkomitmen untuk terus menghadirkan teknologi kesehatan mutakhir dengan standar keselamatan dan kualitas internasional.

dr. Sapto Adji Hardjosworo Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dengan subspesialisasi Cedera Olahraga, yang berpraktik di RS Premier Bintaro, memiliki keahlian dalam penanganan cedera lutut, cedera ligamen, serta tindakan bedah ortopedi modern, dan aktif mengembangkan layanan ortopedi berbasis teknologi terkini untuk mendukung pemulihan optimal pasien.

Selama ini, jika ditemukan kejadian putus urat di dalam lutut, itu selalu menggantikan urat di bagian tubuh kita yang lain, untuk menggantikan urat yang putus tersebut. Biasa diambil dari urat di belakang paha atau di betis untuk menggantikan urat yang putus. "Berarti harus ada yang dikorbankan untuk menggantikan urat yang putus tersebut. Kalau tidak mau menggunakan urat dari bagian tubuh korban sendiri, alternatifnya adalah mengambil donor dari orang yang sudah meninggal" jelas dr. Sapto Adji.

Baca juga : Kemendagri Minta Daerah Susun Solusi Tekan Harga Pangan Pemicu Inflasi

Menurutnya, Kasus putus urat di dalam lutut ini banyak ditemukan. Cedera olahraga yang mengalami putus berat di dalam butuh itu banyak sekali. Memang di Indonesia belum ada datanya yang pasti, tapi kalau saya mengacu pada teman-teman di Indonesia, hampir tiada hari tanpa operasi seperti ini. Jadi begitu banyaknya kasus cedera lutut, cedera putusnya urat di dalam lutut ini. Setiap olahraga yang mengandung unsur kelincahan dan kecepatan seperti sepak bola, basket, bulu tangkis.

Tapi intinya setiap apapun yang akan ditanam di dalam tubuh kita harus memenuhi syarat bahwa tubuh kita tidak boleh melakukan reaksi penolakan. Sehingga dia aman ditanamkan di dalam tubuh kita. bentuknya kayak serabut-serabut benang yang dijalin membentuk kayak seperti pita. Kayak pita gitu. Kan urat itu kan kalau kita pernah lihat urat itu seperti apa ya, ya urat kayak tali, kayak tali sepatu gitu. Nah itu analoginya kira-kira sama lah, seperti tali sepatu cuma dalam diameter tertentu.

"Tujuan operasi sebetulnya mengembalikan ke level aktivitas semula. Kalau misalnya, pasien itu hobinya main bola, dia harus bisa main bola lagi. Kalau dia main basket, dia harus bisa basket lagi. Kalau dia profesinya adalah atlet olahraga, dia harus bisa kembali berprofesi sebagai atlet olahraga yang dia tekuni. Selama ini memang begitu bisa kembali" ungkapnya.

Baca juga : Resmi Diliris, Avarta Media Siap Kolaborasi Dengan Komunitas Film Indonesia

Dengan teknologi ini diharapkan dia bisa kembali pulih lebih cepat. Yang tadinya biasanya butuh 6 bulan untuk bisa kembali untuk return to spot, sekarang dalam 3 bulan dia sudah bisa. Untuk biayanya bisa lebih kompetitif. Karena pemulihan yang lebih cepat, tentunya membutuhkan biaya yang lebih murah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.