Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
Pasar e-commerce Asia Tenggara Diprediksi Tumbuh Tercepat pada 2029
Jumat, 15 Mei 2026 19:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pasar e-commerce Asia Tenggara diproyeksi menjadi yang tumbuh tercepat kedua di dunia dengan CAGR 13,2% sepanjang 2024–2029, di bawah India. Studi terbaru IDC untuk 2C2P by Antom memperkirakan nilai pasarnya naik 85,4% hingga mencapai US$289,8 miliar pada 2029.
Laporan berjudul _“How Southeast Asia Buys and Pays 2026: Unlocking SMEs’ Potential”_ menunjukkan pembayaran digital akan mendominasi 97% transaksi e-commerce pada 2029, naik dari 89% di 2024. Pertumbuhan terbesar berasal dari pembayaran domestik dan dompet digital, terutama di Indonesia, Thailand, dan Vietnam.
Baca juga : ADB Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
Pembayaran domestik diperkirakan tumbuh 104% menjadi US$92 miliar, menguasai 32% pangsa pasar digital kawasan dan menggantikan kartu. Dompet digital naik 107% ke US$79 miliar, sementara Buy Now Pay Later mencatat pertumbuhan tertinggi 174% menjadi US$18,9 miliar. Studi ini juga menyoroti peran UMKM yang menyumbang lebih dari 50% PDB dan 64,6% tenaga kerja di sejumlah negara ASEAN.
Survei terhadap 600 UMKM di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam menunjukkan 66% sudah berjualan online. Namun sepertiga masih bergantung pada transaksi tunai akibat tantangan integrasi sistem, fraud, biaya, dan infrastruktur. Sebanyak 63% UMKM menilai sistem pembayaran mereka perlu ditingkatkan agar mengikuti tren yang berkembang.
Baca juga : Prabowo Targetkan Indonesia Produksi Mobil Sedan Listrik pada 2028
Meski baru 49% yang berbisnis lintas negara, tiga dari empat responden berencana ekspansi internasional dalam dua tahun ke depan. IDC memperkirakan langkah ini bisa menambah nilai penjualan hingga US$20,8 miliar atau 7,1% dari total e-commerce kawasan pada 2029.
“Pelaku usaha di Asia Tenggara, khususnya UMKM, memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi kawasan. Namun banyak yang masih menghadapi tantangan transformasi digital,” kata Group CEO 2C2P by Antom, Worachat Luxkanalode.
Baca juga : Produksi Laut dan Perikanan RI Terus Meningkat, Tumbuh 3,8 Persen di 2025
Ia menambahkan, platform pembayaran enterprise 2C2P by Antom membantu bisnis mengatasi kompleksitas pembayaran lintas negara melalui satu integrasi API, sekaligus membuka peluang baru di ekonomi digital yang terus berkembang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya