Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Stabil di Tengah Dinamika Global
ADB Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
Senin, 13 April 2026 15:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stabil 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Hal ini terungkap dalam laporan Asian Development Outlook April 2026: The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and The Pacific.
Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tetap stabil.
Kuatnya permintaan domestik dan belanja infrastruktur menjadi penopang utama stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I-2026 Diproyeksi Tembus 5,54 Persen
"Asia Tenggara diperkirakan mempertahankan pertumbuhan relatif stabil, didukung permintaan domestik dan belanja infrastruktur, meskipun pelemahan perdagangan global dan berkurangnya efek percepatan ekspor akan menekan beberapa ekonomi," demikian keterangan laporan Asian Development Outlook April 2026, dikutip Senin (13/4/2026).
Dalam laporan tersebut, ADB juga menyinggung soal konflik terbaru Timur Tengah, yang membuat pertumbuhan ekonomi di Asia melambat. Gangguan pasokan energi hingga pupuk akibat konflik juga mendorong inflasi.
Dampak konflik 2026 terhadap Asia dan Pasifik tidak hanya terjadi melalui kenaikan harga energi. Negara-negara di Timur Tengah sejauh ini merupakan pemasok utama pupuk dan input terkait, termasuk urea dan amonia, yang sebagian besar melewati Selat Hormuz, jalur laut penting bagi ekspor komoditas.
Baca juga : Indonesia Tak Akan Chaos
"Hal ini meningkatkan biaya produksi pertanian dan dapat berdampak pada harga pangan," ungkap laporan ADB.
ADB memperkirakan tingkat inflasi di Indonesia sebesar 2,5 persen pada 2026 dan 2027 mendatang.
Laporan ADB dibuat dengan asumsi konflik di Timur Tengah dapat berakhir pada April 2026. Jika konflik berlangsung panjang hingga kuartal ketiga 2026, pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik akan semakin tertekan. Inflasi otomatis meningkat.
Baca juga : Prabowo: Di Tengah Krisis Energi Global, Kondisi Indonesia Cukup Aman
"Pertumbuhan kawasan akan lebih rendah 1,3 poin persentase selama 2026–2027 dibanding skenario stabilisasi dini, sementara inflasi akan lebih tinggi 3,2 poin persentase. Gangguan rantai pasok dan memburuknya kondisi keuangan secara tajam dapat semakin memperbesar dampak tersebut," pungkas laporan ADB.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya