Dark/Light Mode

Udang Keju Hingga Kopi Susu, Tren Konsumen Versi GrabFood 2025

Jumat, 19 Desember 2025 07:27 WIB
Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia Melinda Savitri di acara jumpa media di Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Foto: Dok. Grab Indonesia)
Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia Melinda Savitri di acara jumpa media di Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Foto: Dok. Grab Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu superapp  di Asia Tenggara, Grab menutup tahun 2025 dengan merilis laporan bertajuk “25 Hits of 2025”.

Laporan ini merangkum berbagai tren dan wawasan terkait perilaku konsumen Indonesia dalam layanan pesan-antar sepanjang tahun, mulai dari kebiasaan makan, belanja, hingga perubahan gaya hidup masyarakat.

Hal ini mendorong inovasi dan pemerataan akses kuliner digital melalui bisnis layanan pesan-antar (delivery business) Grab.

Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia Melinda Savitri mengatakan, bahwa peran layanan pesan-antar Grab semakin kuat seiring perluasan akses dan pengembangan fitur yang relevan.

"Hal ini terlihat dari pertumbuhan transaksi, kebiasaan baru masyarakat, serta dampak langsung yang dirasakan UMKM kuliner di berbagai daerah," ujar Melinda di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Melinda menambahkan, berdasarkan analisis data internal Grab periode Januari–Oktober 2025, laporan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan layanan GrabFood tidak lagi terpusat di kota-kota besar.

Baca juga : BTN Kantongi Laba Bersih Hingga Rp 2,91 T Melonjak 21,10 Persen Di November 2025

Sejumlah daerah justru mencatat lonjakan signifikan, dengan Jayapura mencatat pertumbuhan pengguna tertinggi hingga 53 persen. Disusul Mamuju (32 persen), Palangkaraya (26 persen), dan Yogyakarta (26 persen).

Kota lain seperti Pangkal Pinang, Pematang Siantar, Prabumulih, dan Aceh juga mencatat pertumbuhan di atas 15 persen.

Tren tersebut menurut Melinda menegaskan peran Grab dalam memperluas akses layanan pesan-antar sekaligus mendorong pemerataan ekonomi digital di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi kuliner, udang keju menjadi menu paling banyak dipesan di GrabFood sepanjang 2025. Menu lain yang juga digemari antara lain mie Jawa, ayam geprek, ayam goreng, dan nasi goreng.

"Pilihan ini menunjukkan dominasi comfort food yang akrab dengan keseharian masyarakat. Untuk kategori minuman, kopi susu menduduki posisi teratas, disusul es teh, jus jeruk, americano, dan coffe latte," ungkap Melinda.

Sementara itu di GrabMart, kategori produk kesehatan dan perawatan diri menjadi yang paling laris, mencerminkan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap self-care.

Baca juga : Indonesia Turun ke Peringkat 3 Klasemen Medali SEA Games 2025

Minat terhadap produk bundling hemat juga meningkat, dengan kebab crispy chicken dan iced Thai tea large sebagai bundling terlaris tahun ini.

Dari perilaku belanja, segmen solo shopper tercatat sebagai pengguna paling aktif di GrabMart dengan pertumbuhan total nilai bruto semua transaksi penjualan bulanan sebesar 4,65 persen, lebih tinggi dibandingkan rumah tangga yang tumbuh 4 persen.

"Hal ini menegaskan kebutuhan konsumen akan solusi belanja yang cepat, praktis, dan efisien," ujar Melinda.

Budaya berbagi juga semakin terlihat di ekosistem Grab. Melalui fitur Traktir Driver, pengguna semakin aktif memesan makanan tambahan sebagai bentuk apresiasi kepada mitra pengemudi.

Nasi ayam bakar menjadi menu favorit, diikuti nasi soto dan nasi rendang. Hingga akhir 2025, layanan Grab telah hadir di lebih dari 300 kota dan kabupaten. Kehadiran ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi jutaan UMKM.

Tak hanya itu, adopsi praktik berkelanjutan juga meningkat. Sebanyak 38.000 merchant kini tergabung dalam Grab Green Programme, sejalan dengan meningkatnya minat konsumen terhadap produk dan kemasan ramah lingkungan.

Baca juga : CCEP Beberkan Jurus Tekan Beban Konsumen Dari Skema EPR

Survei internal Grab mencatat, 77 persen konsumen bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan, 50 persen memilih kemasan berkelanjutan, dan 46 persen menggunakan alat makan yang dapat dipakai ulang.

Sepanjang 2025, pemanfaatan fitur Grab turut mencerminkan gaya hidup masyarakat yang kian beragam. Penggunaan Group Order melonjak 191 persen, menandakan kembalinya kebiasaan makan bersama.

Transaksi Dine Out juga tumbuh 151 persen, seiring bertambahnya jumlah merchant dan minat makan langsung di restoran.

“Visi utama Grab adalah memastikan setiap layanan selalu relevan dengan kebutuhan pengguna. Kolaborasi antara mitra merchant, mitra pengemudi, dan teknologi adaptif menjadi kunci untuk memperluas manfaat layanan pesan-antar di Indonesia,” pungkas Melinda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.