Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Selalu Jaga Stok Beras Nasional Di Pasaran

Rabu, 1 Desember 2021 05:24 WIB
Menteri Perdagangan M Lutfi/Dok Kemendag
Menteri Perdagangan M Lutfi/Dok Kemendag

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang tahun 2021, Kementerian Perdagangan menjamin ketersediaan kebutuhan beras nasional melalui serapan Bulog untuk gabah dan beras petani.

Karenanya, Kementerian Perdagangan tidak menerbitkan izin impor beras untuk keperluan umum.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan izin impor beras umum terakhir kali diterbitkan pada tahun 2018, untuk keperluan cadangan beras pemerintah.

Menurut Lutfi, izin yang diterbitkan selama tahun 2019, 2020 dan 2021 relatif sangat kecil dan hanya untuk keperluan khusus yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri, antara lain beras khusus untuk keperluan hotel, restoran, kafe (horeka), dan warga negara asing yang tinggal di Indonesia.

Berita Terkait : Jadi Mitra Shopee, Pelaku Usaha Ini Raih Lonjakan Pendapatan

“Seperti Basmati, Japonica, Hom Mali, beras khusus untuk keperluan penderita diabetes seperti beras kukus, dan beras pecah 100 persen untuk keperluan bahan baku industri," ujar Lutfi dalam keterangannya, Selasa (30/11).

Menurut dia, pemerintah akan selalu menjaga kekuatan stok beras nasional untuk menjaga keseimbangan dan ketersediaan pasokan beras di pasar. Terutama di saat pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan, dengan selalu memberikan perlindungan bagi petani dan penyerapan hasil produksi dalam negeri.

Selain itu, Kementerian Perdagangan akan selalu berupaya untuk menjaga stabilitas harga melalui kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), terutama saat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

“Kami akan selalu berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan perberasan dalam menjamin ketersedian dan stabilisasiharga,” ujar Lutfi.

Berita Terkait : Syarief Hasan Dukung Pemerintah Batasi Pintu Masuk Internasional

Optimisme akan tidak impor beras dikemukakan oleh Presiden Jokowi saat menanam benih padi varietas Inpari 32 di Desa Buluagung, Dusun Kedungsangkal, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (30/11).

Jokowi optimistis stok beras nasional sangat baik dan tercukupi. Dia menegaskan, hingga akhir tahun ini, Indonesia belum impor beras sama sekali.

"Kita tahu tahun ini, kita masih belum pernah impor beras sama sekali. Stok kita pun sangat baik," tuturnya.

Jokowi mengatakan, hasil baik ini karena adanya tambahan produktivitas petani yang dihasilkan dari banyaknya bendungan yang telah selesai dibangun di berbagai daerah.

Berita Terkait : Kemenpora Gelar Kejuaraan Paragliding Di Batam

Diharapkan, keberadaan bendungan dapat membantu peningkatan frekuensi panen petani. Sehingga produktivitas setiap hektare yang ada di Kabupaten Trenggalek bisa naik secara drastis. [REN]