Dark/Light Mode

Rembug Duta Baca

Budaya Literasi Keharusan, Bukan Pilihan

Kamis, 9 Desember 2021 18:41 WIB
Webinar Rembug Duta Baca se-Indonesia, Kamis (9/12). (Foto: Dok. Perpusnas)
Webinar Rembug Duta Baca se-Indonesia, Kamis (9/12). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Baca merupakan role model dan katalisator kampanye budaya baca. Inovasi program dan kreativitasnya dalam upaya meningkatkan budaya baca selalu dinantikan. Namun saat melaksanakan tugas tentu tidak selalu berjalan mulus. Sering kali perbedaan budaya menjadi hambatan. Maka, penting untuk menyamakan persepsi dan bersinergi diantara sesama pegiat literasi.

Literasi sudah mengalami perkembangan pesat. Masyarakat dan negara akan survive ketika mempunyai budaya literasi yang kuat, mampu berkompetisi, meningkatkan ekonomi dan menjadi produktif sehingga kesejahteraan terus meningkat,” ujar Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Adin Bondar, dalam Webinar Rembug Duta Baca se-Indonesia, Kamis (9/12).

Baca juga : Peningktan Literasi Tidak Boleh Setengah Hati

Literasi merupakan bagian terpenting untuk terus digerakkan. Oleh karena itu, gerakan membaca dan literasi harus diikrarkan sebagai gerakan sosial (social movement) yang tidak dibatasi. Budaya literasi adalah budaya kolektif yang telah menjadi kebutuhan di tengah masyarakat. “Kegemaran baca dan budaya literasi adalah keharusan, bukan pilihan,” tambah Adin.

Laju perkembangan Iptek di tengah ekonomi modern telah membuka mata bahwa pengetahuan adalah kunci penggerak utama ekonomi. Sumber daya pengetahuan tidak akan habis, beda dengan kekayaan alam. Dampak literasi secara makro bukan hanya sebatas pada pertumbuhan ekonomi melainkan juga soal kepekaan dan tanggung jawab sosial.

Baca juga : Fokus Lawan MU, Persib Jalani Latihan Pemulihan

Saking pentingnya pertumbuhan literasi, Perpusnas mengangkat topi terhadap peran aktif para pegiat literasi, bunda literasi, dan duta baca. Tidak ada alasan bagi Perpusnas untuk tidak memperkuat peran dan posisi mereka. Data Perpusnas mencatat, tidak kurang 16.331 pegiat literasi tersebar seantero negeri dan ini adalah potensi luar biasa.

“Aktivitas mereka tidak bisa parsial. Peran Duta Baca Indonesia di sini adalah memformulasikan agar tercipta ruang berbagi pengalaman, sharing knowledge agar setiap program kegiatan memiliki makna dan derap langkah yang sama,” jelas Adin.

Baca juga : Gandeng Dunia Usaha, KLHK Rehabilitasi DAS Di Perbukitan Menoreh Jateng

Ketua Paguyuban Duta Baca Provinsi Jawa Barat Imam Muhamad Agung Fauzy menambahkan, setiap aktivitas literasi memerlukan banyak pelibatan. Maka itu, sinergi mutlak diperlukan. Ia menerangkan, ikhtiar ini dilakukan agar perkembangan dan pertumbuhan literasi merata.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.