Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menteri Basuki: Bendungan Bano Mampu Kurangi Banjir Hingga 53 Persen

Jumat, 14 Januari 2022 15:55 WIB
Bendungan Multifungsi Bintang Bano di Sumbawa Barat, NTB.
Bendungan Multifungsi Bintang Bano di Sumbawa Barat, NTB.

RM.id  Rakyat Merdeka - Bendungan Multifungsi Bintang Bano diyakini dapat mengurangi banjir sebesar 53 persen di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, Bendungan Bintang Bano dapat menjadi contoh pembangunan bendungan yang tetap menjaga kondisi alam sekitar untuk konservasi. 

Berita Terkait : Kunker Ke Jateng, Jokowi Bakal Resmikan Bendungan Randugunting Dan Serahkan Bantuan PKL

"Bendungan ini saya lihat berbeda, hutannya masih lebat, tidak terlihat kupasan-kupasan sisa pembangunan pada bukit dan tebingnya. Kita lihat dampak ke airnya jadi bening, tidak coklat. Harus dipertahankan ini, peran Pemda juga untuk memelihara hutan dan alam di sekitarnya," kata Basuki usai meresmikan Bendungan  Multifungsi Bintang Bano di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Jumat (14/1).. 

Ditambahkan Basuki, Bendungan Bintang Bano yang pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya - PT Hutama Karya - PT Bahagia Bangun Nusa (KSO) juga difungsikan untuk mengurangi banjir di Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 53 persen. 

Berita Terkait : Tampil Ciamik, Bek Muda Ilham Rio Manteng Di Persija Hingga 2025

"Berdasarkan laporan dariBupati Sumbawa Barat dan Wakil Bupati, saat terjadi hujan besar di daerah Taliwang, Sumbawa Barat sudah tidak terjadi banjir lagi. Apalagi nanti kalau Bendungan Tiu Suntuk selesai juga akan menambah daya kendali banjir," tuturnya.

Selain itu, bendungan ini juga difungsikan untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk 7 kecamatan di Sumbawa Barat berkapasitas 550 liter per detik. 

Berita Terkait : Pemerintah Pastikan Pasokan Batubara, PLN Jamin Keandalan Listrik Ke Pelanggan

"Juga terdapat potensi penghasil listrik dari tenaga air sebesar 6,6 MW, dan juga belum nanti ditambah panel surya terapung (floating panel). Terakhir sudah pasti potensi pariwisata.  Empat perahu naga yang tadi digunakan kami berikan untuk masyarakat Sumbawa untuk berlatih dayung sekaligus untuk mendukung wisata danau," tandasnya. [MFA]