Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Silatnas APDESI 2022
Tito Beberkan Upaya Pemerintah Perkuat Pembangunan Desa
Selasa, 29 Maret 2022 20:38 WIB
Sebelumnya
Mantan Kapolri itu melanjutkan, mengenai pemanfaatan Dana Desa, antara lain untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, jembatan, pasar, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tambatan perahu, embung, irigasi, hingga penahan tanah. “Dalam aspek peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, telah terbangun sarana olahraga sebanyak 29.210 unit, (saluran) air bersih sebanyak 1.307.403 unit, MCK (mandi, cuci, kakus) 473.884. Kemudian juga adalah sangat penting, pondok bersalin desa (polindes) sebanyak 14.041 unit, drainase sepanjang 45 kilometer, pendidikan anak usia dini (PAUD) 6.430, posyandu 42.000 lebih, dan sumur 74.000 lebih,” terangnya.
Upaya pembangunan yang dilakukan, ujar Tito, berbuah penurunan tingkat kemiskinan di desa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di desa pada akhir 2021 sebanyak 14,64 juta jiwa, menurun dari 2014 yang tercatat sebanyak 17,37 juta jiwa.
Baca juga : Menkes Minta G20 Ciptakan Standar Prokes Global Perjalanan Internasional
Sementara itu, berdasarkan data Kemendes PDTT, saat ini jumlah Desa Mandiri mencapai 3.269, meningkat dari sebelumnya 174 di 2016. “Desa Mandiri artinya tidak mengandalkan banyak dari transfer pusat. Mereka sudah mampu, ada pendapatan asli desanya mereka sendiri, sehingga tidak terganggu dengan transfer desa,” terangnya.
Untuk Desa Maju, saat ini berjumlah 15.321 atau meningkatkan dari sebelumnya yang hanya 3.600. Sedangkan Desa Berkembang sebanyak 38.083 dari sebelumnya 22.963.
Baca juga : Deklarasi, Eks Warga Timtim Sebut Ganjar-Puan Layak Pimpin Indonesia
“Desa Tertinggal yang dulunya adalah 34.180 desa, jauh sekarang sepertiganya, 12.635 desa. Sedangkan Desa Sangat Tertinggal dulunya adalah 14.003 desa, sekarang turun menjadi 5.649 desa. Ini menunjukkan keberhasilan program Bapak Presiden Joko Widodo untuk pemerataan pembangunan dengan memperkuat daerah-daerah dan desa-desa riil dirasakan,” tandas Tito. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya