Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Siap Bantu Disabilitas Intelektual Berwirausaha

Rabu, 27 April 2022 19:14 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) berbincang dengan Pengurus PP Soina Warsito Ellwein (berbatik merah), bersama tim Panitia Pelaksana Pesonas 2022. (Foto: Cinthia Missel)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) berbincang dengan Pengurus PP Soina Warsito Ellwein (berbatik merah), bersama tim Panitia Pelaksana Pesonas 2022. (Foto: Cinthia Missel)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk dapat menjadi manusia mandiri, anak-anak bertalenta khusus (disabilitas intelektual) perlu mendapat kesempatan bekerja dan berwirausaha dengan cara mereka. Bantuan dan dukungan amat penting diberikan setidaknya lewat pelatihan dan bantuan pemasaran produk yang mereka hasilkan.

“Kami belum punya program khusus bagi disabilitas intelektual, tapi dukungan setidaknya bisa dimulai dengan kolaborasi dalam program-program yang telah ada dalam kementrian kami,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, usai menerima Ketua Umum PP Soina Warsito Ellwein bersama panitia pelaksana Pesonas 2022, di ruang kerjanya, Rabu ( 27/4).

Berita Terkait : Pemerintah Bantu Perumahan Untuk Pejuang Reformasi

Di samping akan membantu pemasaran dan memberikan pelatihan kerja kepada anak bertalenta khusus, keluarga dan para pendampingnya, Kementerian Koperasi dan UKM juga membuka kesempatan pameran produk. Hal itu akan dilakukan dalam berbagai kesempatan, termasuk di ajang pertemuan-pertemuan yang dihadiri para pemimpin negara-negara anggota G20.

Topik pembicaraan pertemuan itu adalah dukungan dalam upaya membuka lapangan kerja bagi anak-anak bertalenta khusus, disabilitas intelektual, agar bisa mandiri dengan mendapatkan nafkah sendiri. Sejauh ini, secara mandiri beberapa keluarga telah mencoba membimbing anak disabilitas intelektual untuk berwirausaha seperti melukis, memasak, membatik, membuat kerajinan, dan lain-lain. 

Berita Terkait : Beri Dukungan Kepada Disabilitas, Menkes: Merawat Mereka Mesti Dengan Hati

Sejauh ini hal itu masih belum banyak membantu bagi keberadaan anak bertalenta khusus yang diperkirakan mencapai 5 juta jiwa di Indonesia. Untuk itulah, dukungan Pemerintah amat diharapkan, seperti pelatihan, permodalan dan pemasaran hasil. 

Dengan demikian, kualitas produksi bisa meningkat. Hal itu akhirnya akan membuka jalan bagi kemandirian, sehingga anak bertalenta khusus bisa ikut menyumbang bagi kemajuan kehidupan berbangsa. [USU]